Bantuan Bibit Tebu Diserahkan kepada Petani Desa Simojayan, Penyaluran Dilakukan Bertahap

Krisnanewstv.com | Malang, 24 Agustus 2026 — Sebanyak 13 perwakilan kelompok tani dan petani tebu menerima bantuan bibit tebu secara simbolis di Pendopo Desa Simojayan, Kecamatan Pagak, Kabupaten Malang, Senin (24/8/2026).

Bantuan tersebut merupakan bagian dari program pemerintah yang disalurkan melalui CV Lang Buana kepada petani yang masuk dalam daftar Calon Petani dan Calon Lokasi (CPCL).

Ketua kelompok tani, Moch. Suwignyo, mengatakan dari total sekitar 34 hektare lahan yang telah terdata, bantuan bibit pada tahap awal diperuntukkan bagi sekitar 3 hektare. Penyaluran dilakukan secara bertahap menyesuaikan kesiapan lahan milik petani.

“Sebagian lahan masih belum siap untuk ditanami, sehingga penyaluran dilakukan bertahap,” ujar Suwignyo.

Ia juga menjelaskan bahwa pada 2025 pihaknya pernah menolak bantuan bibit untuk sekitar 2 hektare lahan karena kondisi bibit dinilai tidak layak tanam. Menurutnya, pihak vendor kemudian mengganti bibit tersebut sebagai bentuk komitmen dalam pelaksanaan program.

Dalam pelaksanaan program, kelompok tani juga terus melakukan koordinasi dengan Babinsa terkait kondisi serta kesiapan lahan petani.

Penyerahan bantuan tersebut dihadiri Kepala Desa Simojayan Muhamad Holili yang diwakili Kaur Umum Ifan Andrihan, Danramil 0818/17 Kapten Arh Akhmad Zainuri yang diwakili Babinsa Sertu Ari Siswanto, perwakilan Dinas Pertanian Kabupaten Malang, CV Lang Buana, serta para petani yang masuk dalam CPCL.

Perwakilan CV Lang Buana, Safik, memastikan kebutuhan bibit bagi petani tetap akan dipenuhi secara bertahap dengan mempertimbangkan kesiapan lahan.

Selain penyerahan bantuan, pihak CV Lang Buana juga memberikan edukasi kepada petani mengenai persyaratan pengajuan bantuan bongkar ratoon (BMR) bibit tebu. Edukasi tersebut diharapkan membantu petani menyiapkan dokumen dan persyaratan sesuai ketentuan yang berlaku.

Penyaluran bertahap dinilai menjadi langkah untuk menyesuaikan bantuan dengan kondisi nyata di lapangan. Dengan demikian, bibit yang diterima petani dapat langsung dimanfaatkan pada lahan yang benar-benar siap tanam.

Program tersebut diharapkan tidak hanya membantu petani dalam penyediaan bibit, tetapi juga mampu mendukung peningkatan produktivitas tanaman tebu serta keberlanjutan usaha pertanian di Desa Simojayan.

Arifpin