Cek Mata Tunas Bibit Tebu CV Lang Buana di Simojayan, Petani Sebut Jumlahnya di Atas Acuan Juknis
Krisnanewstv.com | Malang, 24 Agustus 2026 — Pengiriman bibit tebu dari CV Lang Buana kepada petani di Desa Simojayan, Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Malang, dilakukan pengecekan mata tunas secara langsung di sekitar lahan tebu, Senin (24/8/2026).
Pengecekan tersebut dilakukan untuk memastikan jumlah mata tunas dalam setiap pengiriman bibit yang diterima petani. Proses pemeriksaan disaksikan Babinsa Simojayan Serka Ari Siswanto, pendamping BPP Kecamatan Ampelgading Denny Christian, Ketua Kelompok Tani Moch. Suwignyo, serta sejumlah petani penerima bantuan.
Berdasarkan pantauan di lapangan, satu batang tebu rata-rata memiliki sekitar 14 mata tunas. Sementara satu ikat atau kolong berisi sekitar 40 batang tebu. Dalam satu ret atau truk terdapat sekitar 127 ikat atau kolong yang masing-masing dilengkapi sertifikat.
Jika menggunakan angka tersebut sebagai perhitungan teoritis, maka 14 mata tunas dikalikan 40 batang dan 127 ikat menghasilkan sekitar 71.120 mata tunas dalam satu ret atau truk.
Namun, berdasarkan penghitungan dan perkiraan di lapangan, jumlah mata tunas yang terangkut dalam satu ret diperkirakan berada di kisaran 65.000 mata tunas.
Sementara itu, berdasarkan acuan teknis atau juknis yang digunakan dalam program tersebut, kebutuhan bibit untuk satu hektare disebut sebanyak 60.000 mata tunas, dengan tambahan rafaksi 2 persen sehingga kebutuhan menjadi sekitar 61.200 mata tunas per hektare.
Dengan demikian, apabila estimasi sekitar 65.000 mata tunas tersebut menjadi acuan, jumlahnya masih berada di atas angka kebutuhan yang tercantum dalam acuan teknis tersebut.
Hasil pengecekan ini mendapat respons positif dari para petani. Mereka menilai jumlah mata tunas yang diterima cukup dan bahkan diperkirakan melebihi kebutuhan berdasarkan angka acuan yang mereka ketahui.
Para petani juga menyampaikan apresiasi kepada Safik selaku perwakilan CV Lang Buana yang turut mendampingi proses pengiriman sekaligus pengecekan bibit di lapangan.
“Petani merasa bangga karena jumlah mata tunas yang diterima lebih banyak. Kami mengucapkan terima kasih kepada Pak Safik sebagai perwakilan CV Lang Buana,” ujar salah seorang petani.
Pengecekan secara langsung tersebut diharapkan dapat menjadi bagian dari transparansi penyaluran bantuan bibit sekaligus memberikan kepastian kepada petani mengenai jumlah bibit yang diterima.
Catatan: Angka 71.120 mata tunas merupakan perhitungan matematis berdasarkan asumsi 14 mata tunas per batang, 40 batang per ikat, dan 127 ikat per ret. Sementara angka sekitar 65.000 mata tunas merupakan estimasi berdasarkan hasil pantauan dan penghitungan di lapangan. Keduanya perlu dibedakan agar tidak menimbulkan kesan sebagai angka pengukuran yang sama.
Arifpin
