Ribuan Jamaah Hadiri Haul Agung Sunan Ampel ke-549, Ratusan Personel Disiagakan Jaga Kekhidmatan

 

TANJUNGPERAK – Polres Pelabuhan Tanjungperak Polda Jawa Timur mengerahkan sedikitnya 209 personel untuk memberikan pengamanan dan pelayanan kepada jamaah dalam rangka peringatan Haul Agung Sunan Ampel ke-549 di kawasan Wisata Religi Ampel, Surabaya.

 

Kegiatan yang dipusatkan di kompleks Masjid Sunan Ampel tersebut berlangsung selama tiga hari, mulai Jumat (6/2/2026) hingga Minggu (8/2/2026). Ribuan jamaah dari berbagai daerah memadati kawasan religi bersejarah itu sebagai bentuk penghormatan kepada salah satu tokoh Wali Songo yang memiliki peran monumental dalam penyebaran Islam di Nusantara.

 

Untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman dan khidmat, Polres Pelabuhan Tanjungperak menurunkan personel secara maksimal, khususnya dalam mengawal pelaksanaan kegiatan pada hari kedua yang dipadati peziarah.

 

Perhelatan religi tahunan ini tidak hanya menjadi magnet bagi masyarakat umum, tetapi juga dihadiri sejumlah pejabat tinggi kepolisian serta tokoh agama terkemuka. Di jajaran tamu VIP tampak hadir Kabidkum Polda Jatim Kombes Pol Dr. Sugeng Riyadi, Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Jules Abraham Abast, Direktur PPA Polda Jatim Kombes Pol Ganis Setyaningrum, serta Kabiddokkes Polda Jatim Kombes Pol dr. Bayu Dharma Shanti.

 

Turut mendampingi dalam kegiatan tersebut Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Dr. Luthfie Sulistiawan, Kapolres Pelabuhan Tanjungperak AKBP Wahyu Hidayat, serta sejumlah ulama kharismatik, di antaranya Habib Abu Bakar bin Hasan Assegaf dan KH Habib Mustofa bin Muhammad Alaydrus.

 

Kasi Humas Polres Pelabuhan Tanjungperak, Iptu Suroto, menjelaskan bahwa pengamanan difokuskan pada kelancaran arus lalu lintas serta keselamatan jamaah yang jumlahnya diperkirakan mencapai ribuan orang.

 

“Haul Sunan Ampel merupakan agenda rutin tahunan dengan mobilitas jamaah yang sangat tinggi. Fokus kami memastikan para peziarah dapat menjalankan ibadah dengan aman, nyaman, dan tertib,” ujar Iptu Suroto.

 

Ia menambahkan, strategi pengamanan dilakukan melalui pembagian delapan posko strategis yang dilengkapi pola pengamanan terbuka dan tertutup. Personel ditempatkan di sejumlah titik krusial guna mengantisipasi kepadatan pengunjung.

 

“Personel kami siagakan mulai dari Ring I di area Makam Sunan Ampel dan Masjid Ampel Lama, hingga pos pantau di jalur akses seperti Jalan Panggung, KH Mas Mansyur, serta area parkir pertukangan,” jelasnya.

 

Puncak kekhusyukan acara berlangsung saat sesi pembacaan Yasin dan Tahlil yang dipusatkan di area makam Sunan Ampel. Sekitar 4.000 jamaah larut dalam doa bersama untuk mengenang wafatnya Sayyid Ali Rahmatullah, tokoh Wali Songo yang menjadi salah satu pilar penyebaran Islam di tanah Jawa pada abad ke-15.

 

Momentum haul ini tidak hanya menjadi ruang spiritual bagi para peziarah, tetapi juga memperkuat nilai sejarah, budaya, serta tradisi religi yang terus hidup di tengah masyarakat.

 

(Hum/Ag)