Remaja Sanankulon Diduga Hanyut di Sungai Brantas, Tim SAR Masih Lakukan Pencarian

Berita Krisnanewstv.com || BLITAR – Seorang remaja berusia 19 tahun bernama Moh. Dafa Nur Ilham, warga Dusun Gendong, Desa Purworejo, Kecamatan Sanankulon, Kabupaten Blitar, dilaporkan hilang setelah diduga hanyut terseret arus saat berenang di Sungai Brantas pada Selasa sore (27/5/2025) sekitar pukul 15.40 WIB. Hingga malam hari, korban belum ditemukan dan pencarian masih terus dilakukan oleh tim SAR gabungan.
Menurut informasi yang dihimpun dari Polsek Sanankulon, kejadian bermula ketika korban berenang bersama tiga orang temannya, yaitu MA (14), AI (13), dan FS (14), yang semuanya merupakan warga setempat. Keempatnya berenang dari sisi utara sungai menuju sisi selatan tanpa menggunakan pelampung.
Setelah berhasil menyeberang ke sisi selatan, mereka kembali hendak menyeberang ke arah utara. Namun, saat di tengah aliran sungai, korban tampak kesulitan melawan arus deras. Ia sempat berteriak meminta pertolongan sebelum akhirnya tenggelam dan hilang terseret arus.
“Teman-temannya sempat mencoba menolong dengan berenang ke arah korban, tapi karena arus terlalu deras, korban tidak tertolong dan tenggelam,” jelas Kasi Humas Polres Blitar Kota, Iptu Samsul Anwar.
Korban diketahui terakhir kali terlihat mengenakan celana pendek berwarna hitam tanpa kaos. Lokasi kejadian berada di wilayah Dusun Gendong RT 02 RW 08, Desa Purworejo, Sanankulon. Berdasarkan data lapangan, lebar aliran Sungai Brantas di lokasi kejadian diperkirakan mencapai 25–30 meter, dengan arus yang cukup deras meski cuaca cerah.
Setelah menerima laporan dari orang tua korban, pihak kepolisian bersama BPBD Kabupaten Blitar, BPBD Jatim, TNI, Polri, perangkat desa, IEA Blitar Raya, dan relawan warga langsung bergerak melakukan upaya pencarian di lokasi kejadian. Tim SAR juga telah melakukan asesmen awal dan koordinasi dengan warga sekitar.
“Sampai pukul 17.10 WIB, proses asesmen dan pencarian masih terus dilakukan. Kami berharap korban segera ditemukan dalam keadaan selamat,” tambah petugas lapangan dari BPBD.
Peristiwa ini menambah daftar kasus kecelakaan air di wilayah Sungai Brantas yang kerap terjadi terutama saat musim kemarau, ketika warga memanfaatkan sungai untuk rekreasi tanpa perlengkapan keselamatan yang memadai. Masyarakat diimbau untuk lebih waspada dan tidak berenang di sungai tanpa pengawasan maupun alat keselamatan dasar.(yns)
