Remaja Asal Blitar Ditemukan Tewas di Sungai Brantas, Diduga Terseret Arus Saat Berenang

Berita Krisnanewstv.com || TULUNGAGUNG – Seorang remaja laki-laki berusia 18 tahun asal Kabupaten Blitar ditemukan tewas mengapung di aliran Sungai Brantas, tepatnya di wilayah Desa Srikaton, Kecamatan Ngantru, Kabupaten Tulungagung, Kamis pagi (29/5/2025).

Korban diketahui bernama M.D.N, warga Dusun Gendong, Desa Purworejo, Kecamatan Sanan Kulon, Kabupaten Blitar. Penemuan jenazah bermula saat seorang warga bernama Dapit Supriyo (45), warga Desa Srikaton, melihat sesosok tubuh manusia dalam kondisi mengapung dan tersangkut tumpukan sampah di tengah aliran Sungai Brantas sekitar pukul 10.30 WIB.

Setelah menerima laporan tersebut, Kapolsek Ngantru bersama tim gabungan dari KSPKT Polres Tulungagung, Unit INAFIS, petugas Basarnas, serta relawan segera menuju lokasi kejadian. Sekitar pukul 11.00 WIB, jenazah korban berhasil dievakuasi dari sungai dalam kondisi telentang tanpa baju dan hanya mengenakan celana pendek berwarna hitam.

Jenazah kemudian dibawa menggunakan ambulans ke RSUD dr. Iskak Tulungagung untuk dilakukan pemeriksaan medis (VER). Pihak keluarga yang datang ke rumah sakit membenarkan bahwa korban adalah anggota keluarga mereka yang dilaporkan hilang sejak tiga hari lalu.

Menurut keterangan keluarga, korban terakhir terlihat pada Sore sore (27/5/2025) sekitar pukul 15.30 WIB, saat berenang bersama teman-temannya di Sungai Brantas, wilayah Dusun Gendong, Desa Purworejo, Blitar. Karena tidak pandai berenang dan derasnya arus sungai, korban diduga terseret arus dan tenggelam.

Pihak keluarga menyatakan telah menerima peristiwa ini sebagai musibah dan tidak menghendaki proses hukum lebih lanjut. Sementara itu, pihak kepolisian menyatakan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh korban.

“Korban ditemukan dalam kondisi tidak mengenakan baju, hanya memakai celana pendek hitam. Tidak ada tanda-tanda kekerasan, dan keluarga menganggap ini sebagai musibah,” ujar Kasi Humas Polres Tulungagung, IPDA Nanang, saat dikonfirmasi awak media.

Penemuan ini menjadi pengingat bagi masyarakat, khususnya remaja, untuk lebih berhati-hati dan tidak berenang di sungai berarus deras tanpa pengawasan atau perlengkapan keselamatan.(yns)