Reaksi Cepat Muspika Bantur Terkait Laporan Penyakit Lato Lato

Krisnanewstv.com//Bantur Kabupaten Malang,Tindakan reaksi cepat Muspika Bantur terkait aporan penyakit Lato Lato hal ini dilakukan pada hari Jum’at (15/03) Pukul 09.00 WIBbertempat di Dusun Gampingan Desa Wonokerto Kecamatan Bantur Kabupaten Malang Jawa Timur.

Dalam kegiatan tersebut yang ikut hadir Muspika Bantur terdiri dari Camat Bantur Bayu Jatmiko,S.STP ,Kapolsek Kapt Sutadi,S.H,Danramil Kapt Suwondo di wakili oleh Serda Samsudin Ismanto ,Kepala Desa Wonokerto Termidi Kuswanto .

Camat Bantur melihat langsung peternak warga yang terkena dampak penyakit lato lato dan berdialog dengan pemilik sapi yang bernama Rusdi juga seorang Ketua RT 42 RW 08 Dusun Gampingan yang mana diketahui ada 2 sapi nya yang terdampak lato lato yaitu satu sapi bagian muka benjol besar sebelah kiri seperti lato lato bahkan lebih besar sedangkan sapi satunya benjolan kecil kecil ditubuh sapi .

Mengetahui hal tersebut Camat Bantur akan menyampaikan kepada dinas terkait dan sebelum tu sudah berkonsultasi dan bertanya kepada Keswan (Kesehatan Hewan ) setempat dan akan menindak lanjuti agar warga masyarakat dan khususnya peternak merasa aman dan nyaman ketika memelihara ternak sapi serta menjadi sebuah perhatian sebagai pemangku wilayah agar penyakit lato lato tidak menyebar segera berakhir .

Rusdi Pemilik sapi warga ampingan berkeluh kesah kesah kepada Camat secara langsung dan saat diminta keterangan saya mohon kepada pemerintah agar supaya sapi harga yang rusak di pasaran itu di stabilkan dan masalah penyakit mohon divaksin bagaimana caranya karena satunya satunya ini hewan andalan saya membiayai anak saya buat kuliah sekarang lagi butuh harganya rusak solusinya bagaimana “ungkapnya

Sementara itu Camat Bantur Bayu Jatmiko S.STP ,mengatakan kami Muspika bersama Pak Kapolsek ,Danramil di wakili Babinsa ,Pak Kades tinjau lapangan terkait endemi terkait endemi virus yang menular di ternak yaitu Sapi inikan karena namanya virus Lumpu Skin Disease (LSD) dan tercatat di kami setelah komunikasi dengan dinas maka di Sepuluh desa di kecamatan Bantur saja belum ditetangga sebelah ,” jelasnya

‘”Dan ini kami hanya berharap keluhan dari masyarakat dan dinas untuk menyikapi menyampaikan dan memberikan jaminan dengan harga yang stabil khusus nya daging karena kalau di biarkan maka permainan ditingkat harga karena apalah oleh sejenis Bakul istilahnya karena momen ini momen untuk menjatuhkan harga ketika dijual sehingga bagaimana segala upaya ada solusi dari dinas untuk fenomena ini ,” imbuhnya

“Dan untuk dijual ini untuk gen ini pun tidak ada masalah dan beda dengan attrack dalam kesempatan ini Muspika Pak Kades dan juga masyarakat berharap ada peran riil dari pemerintah menyelematkan dalam kasus ini lebih kurang itu yang saya sampaikan dan juga berharap terkait segala upaya vaksin yang belum terjangkit ini mumpung belum kadung istilahnya bahasa Jawa karena ini sangat menular baik di sektor kematian karena sentuhan dari manusia nyamuk bisa ,lslst bisa atau air liurnya dalam masa karantina itu yang bisa saya sampaikan semoga ini ada sebuah solusi ,” pungkasnya

Dharma