Ratusan Pedagang Pasar Bandar Kediri Mogok Berjualan, Persoalkan Parkir hingga Retribusi

Berita Krisnanewstv.com || Kediri Kota — Ratusan pedagang Pasar Bandar, Kota Kediri, memilih menghentikan aktivitas jual beli secara serentak pada Selasa (1/9/2026). Aksi mogok berjualan tersebut menjadi bentuk protes terhadap sejumlah kebijakan pengelolaan pasar yang dinilai memberatkan pedagang dan berpotensi semakin mengurangi aktivitas masyarakat di pasar.
Aksi tersebut melibatkan pedagang lantai 1 dan lantai 2 Pasar Bandar. Selain menghentikan aktivitas perdagangan selama sehari, para pedagang juga sepakat menunda pembayaran retribusi sebagai bentuk penyampaian aspirasi kepada pengelola pasar.
Sejumlah persoalan menjadi sorotan pedagang, antara lain tarif kendaraan pengunjung, rencana penerapan portal berbayar, biaya sewa kios, hingga munculnya tagihan ketika pedagang tidak berjualan atau sedang libur. Pedagang menilai sejumlah ketentuan tersebut membutuhkan penjelasan dan solusi yang lebih terbuka.
Saat kondisi tersebut berlangsung, suasana Pasar Bandar terlihat jauh lebih sepi dibandingkan aktivitas perdagangan pada umumnya. Lapak-lapak pedagang di lantai 1 tampak tertutup dan hampir tidak terlihat aktivitas jual beli.
Salah seorang pedagang menyampaikan bahwa aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk solidaritas sekaligus upaya meminta perhatian terhadap berbagai persoalan yang selama ini mereka rasakan. Pedagang berharap Perumda Pasar Joyoboyo dapat memberikan solusi konkret melalui dialog bersama seluruh pihak terkait.
Keluhan serupa juga datang dari pengunjung pasar. Pak Hadi, salah seorang pengunjung, menyoroti adanya penarikan biaya parkir. Menurutnya, kondisi Pasar Bandar yang sudah relatif sepi perlu menjadi perhatian agar kebijakan terkait retribusi maupun akses kendaraan tidak semakin mengurangi minat masyarakat untuk berbelanja.

Bagi para pedagang, persoalan yang dipersoalkan tidak hanya berkaitan dengan biaya parkir. Mereka juga mempertanyakan sistem akses dan rencana portal berbayar, besaran serta ketentuan sewa kios, hingga klausul perjanjian yang dinilai perlu dikaji kembali agar tidak menimbulkan keberatan di kalangan pedagang.
Pedagang berharap persoalan tersebut dapat dibahas melalui forum dialog yang melibatkan pedagang, Pemerintah Kota Kediri, Perumda Pasar Joyoboyo, serta DPRD Kota Kediri. Mereka menginginkan adanya komunikasi terbuka sehingga setiap kebijakan dapat dipahami sekaligus dicarikan jalan keluar yang dapat diterima bersama.
Aksi mogok berjualan ini diperkirakan hanya berlangsung selama satu hari. Pedagang memastikan kegiatan perdagangan di Pasar Bandar akan kembali berjalan pada Rabu (2/9/2026).
Pasar Bandar selama ini menjadi salah satu tempat masyarakat melakukan aktivitas perdagangan sekaligus menjadi sumber penghidupan bagi banyak pedagang kecil. Karena itu, para pedagang berharap seluruh persoalan yang mereka sampaikan dapat segera mendapat perhatian dan penyelesaian melalui komunikasi antara pengelola pasar dan para pedagang.
Diharapkan seluruh pihak dapat mengedepankan dialog, keterbukaan informasi, serta mencari solusi secara bersama-sama agar aktivitas perdagangan di Pasar Bandar tetap berjalan kondusif. Penyelesaian persoalan diharapkan dapat mempertimbangkan kepentingan pedagang, pengunjung, dan keberlangsungan aktivitas pasar.
Jurnalis: Mohamad Yunus
