RAPI Permudah Komunikasi Tim SAR Saat Pencarian Korban Laka Laut di Balekambang

 

 

Balekambang, Krisnanewstv.com – Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI) mempermudah koordinasi tim SAR saat terjadi laka laut di Pantai Balekambang, Kabupaten Malang. Kemampuan RAPI menyediakan komunikasi radio yang cepat, andal, dan tidak bergantung pada jaringan seluler menjadi kunci dalam pencarian korban.

 

Kegiatan ini berlangsung di Pantai Balekambang, Desa Srigonco, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang, Jawa Timur, mulai Minggu (1/2/2026) hingga Selasa (3/2/2026). Tim SAR gabungan yang terlibat, dikomandoi oleh Dantim Basarnas Unit Malang Raya, Aviv Hamdani, memanfaatkan RAPI untuk memastikan koordinasi lancar di tengah medan yang rawan.

 

Pantai Balekambang dikenal memiliki arus balik (rip current) yang berbahaya. Dalam kondisi seperti ini, RAPI berfungsi sebagai “urat nadi” komunikasi tim SAR gabungan, termasuk Basarnas, relawan, dan pengelola pantai, sehingga evakuasi korban bisa dilakukan lebih cepat dan tepat.

 

Beberapa keunggulan RAPI dalam operasi SAR antara lain:

 

Komunikasi real-time dan langsung: Menggunakan HT (Handy Talky) dan radio rig, RAPI memungkinkan komunikasi dua arah instan tanpa bergantung pada sinyal seluler.

 

Jangkauan luas di medan ekstrem: Efektif di pesisir, perbukitan, maupun laut di mana jaringan seluler sering terputus.

 

Koordinasi tim gabungan: Memudahkan komunikasi antara patroli laut, petugas pengelola, Basarnas, dan relawan di darat.

 

Kecepatan laporan darurat: Informasi posisi korban, kondisi ombak, dan kebutuhan bantuan dapat segera disampaikan.

 

Sistem panggilan terstruktur: Menggunakan kode JZ/Juliet Zulu untuk identifikasi anggota tim dan penyampaian informasi yang teratur.

 

 

Sekretaris RAPI Kabupaten Malang, Agung Pujianto, menegaskan pentingnya peran RAPI dalam kejadian laka laut. “Sesuai fungsi pokok RAPI, kami meng-handle jalur komunikasi di lapangan. Karena area pesisir ini blank spot, media ponsel sulit digunakan. Satu-satunya komunikasi yang efektif adalah melalui radio. Para relawan sudah dibekali alat komunikasi, dan kami memastikan frekuensi digunakan sesuai ketentuan,” jelasnya.

Agung menambahkan, saat operasi pencarian di SRU 2, laporan dari relawan darat, seperti Bapak Purboyo, dikirim ke posko. Hingga pukul 11.55 WIB, hasil pencarian masih nihil, sehingga tim kembali ke posko untuk evaluasi.

 

“Harapannya korban segera ditemukan. Kami memahami keluarga menunggu kabar, dan tugas kami sebagai relawan adalah memastikan proses pencarian berlangsung cepat dan aman,” pungkas Agung.