POSTER WORLD DIABETES DAY DI KOTA KEDIRI JADI SOROTANVISUAL SALAH OBJEK, NETIZEN: INI DIABETES APA HIPERTENSI

Krisnanewstv com // Kediri, 18 November 2025
Peringatan World Diabetes Day di Kota Kediri tahun ini menyisakan kejadian yang cukup menggelitik. Sebuah poster berukuran besar yang dipasang di pusat kota, alih-alih memperkuat edukasi kesehatan, justru menimbulkan tawa sekaligus kritik. Alasannya sederhana: ucapan “Selamat Hari Diabetes Sedunia” terpampang jelas, namun gambar yang ditampilkan adalah alat tensi darah—bukan alat cek gula darah.

Respons publik pun tak terbendung. Warganet ramai mengomentari kejanggalan tersebut.
“Ini Hari Diabetes atau Hari Hipertensi Nasional edisi dadakan?” tulis salah satu netizen.

Secara medis, diabetes berkaitan langsung dengan kadar gula darah, sementara tensimeter digunakan untuk mengukur tekanan darah. Keduanya memang kerap diperiksa bersamaan saat medical check-up, namun secara konsep visual, kekeliruan ini dinilai terlalu mendasar untuk sebuah kampanye kesehatan tingkat kota.

Ketua KPW Rekan Indonesia Jatim, Bagus Romadon, turut menyoroti fenomena tersebut.

“Ini kampanye kesehatan skala kota. Harusnya ada verifikasi visual sebelum publikasi. Masa Hari Diabetes tapi yang dipasang alat tensi? Itu seperti kampanye anti-hoaks tapi gambarnya kucing tidur,” ujarnya sambil tersenyum.

Bagus menegaskan bahwa edukasi kesehatan membutuhkan ketepatan informasi, terlebih jika poster tersebut dipasang di ruang publik dengan ukuran jumbo dan mudah diakses masyarakat.

Meski terjadi kekeliruan visual, momentum World Diabetes Day tetap diharapkan menjadi pengingat pentingnya deteksi dini, pola makan sehat, dan aktivitas fisik teratur. Pemeriksaan kadar gula darah secara berkala juga menjadi langkah krusial dalam mencegah diabetes maupun komplikasinya.

Untuk Pemerintah Kota Kediri, publik berharap kampanye kesehatan berikutnya tidak hanya besar secara visual, tetapi juga akurat dalam konten dan pesan yang disampaikan. Sebab, kesehatan masyarakat penting, namun ketepatan informasi publik tidak kalah pentingnya.