Perempuan Asal Tulungagung Dilaporkan Hilang Di Sungai Brantas, Ditemukan Di Bendungan Kediri

Berita Krisnanewstv.com || KEDIRI – Seorang perempuan asal Desa Tapan, Kecamatan Kedungwaru, Kabupaten Tulungagung, yang sebelumnya dilaporkan hilang diduga di Sungai Brantas, akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di wilayah Kediri, Sabtu (11/4/2026) sekitar pukul 10.00 WIB.

Korban berinisial PCA (25), yang dilaporkan hilang sejak Kamis (9/4/2026) siang. Berdasarkan keterangan keluarga, korban terakhir terlihat meninggalkan rumah sekitar pukul 12.00 WIB dengan berjalan kaki menuju arah Sungai Brantas dan tidak kembali hingga malam hari.

Pencarian dilanjutkan Jum’at (10/04/2026), pagi. ke sekitar aliran sungai, di mana ditemukan tas ransel berwarna krem milik korban. Di dalam tas tersebut terdapat surat yang diduga berisi pesan perpisahan untuk keluarganya.

Laporan kemudian disampaikan kepada perangkat desa dan diteruskan ke Polsek Kedungwaru. Menindaklanjuti hal tersebut, tim gabungan Basarnas, BPBD Tulungagung, Koramil, Kepolisian, serta masyarakat setempat melakukan penyisiran di sepanjang aliran sungai, tetapi belumenuai hasil.

Sehari setelah pencarian dilakukan, tepatnya Sabtu (11/4/2026), Siang sekitar pukul 10.00wib, warga menemukan sesosok jenazah perempuan di Bendung Gerak Waru Turi, Kecamatan Gampengrejo, Kabupaten Kediri. Temuan tersebut langsung ditindaklanjuti oleh petugas, termasuk tim Inafis yang melakukan identifikasi di lokasi.

Jenazah kemudian dievakuasi ke RS Bhayangkara Kediri untuk pemeriksaan lebih lanjut. Berdasarkan keterangan Heri Saputro dari URC BPBD Kabupaten Kediri, ciri-ciri korban, termasuk pakaian yang dikenakan, sesuai dengan laporan perempuan yang sebelumnya dilaporkan hanyut di Sungai Brantas.

Kapolsek Gampengrejo, AKP Irfan Widodo, memastikan bahwa jenazah tersebut merupakan Putri Cindy Antika (26), warga Kalimantan Tengah yang berdomisili di Desa Tapan, Kecamatan Kedungwaru, Tulungagung.

Hingga saat ini, pihak berwenang masih melakukan pendalaman terkait penyebab pasti kejadian tersebut.

Sebagai penutup, masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan, khususnya di sekitar aliran sungai, serta segera melaporkan kepada pihak berwenang apabila menemukan kondisi yang berpotensi membahayakan keselamatan.(yns)