Rehabilitasi Jalan Kediri Kota : Perempatan Baruna Ketimur Hingga Makam Kepanjen Terdampak Penutupan Arus, Ditutup Hingga 19 Desember

Berita Krisnanewstv.com || KEDIRI – Pengguna jalan yang melintas di Jalan MT. Haryono, Kota Kediri, perlu memperhatikan perubahan arus lalu lintas menyusul dimulainya pekerjaan rehabilitasi jalan di kawasan tersebut. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Kediri memberlakukan penutupan sementara untuk kendaraan dari arah barat menuju timur mulai 5 November hingga 19 Desember 2026.

Penutupan diberlakukan pada ruas Jalan MT. Haryono, tepatnya mulai Perempatan Baruna hingga Pertigaan Makam Kepanjen. Selama pekerjaan berlangsung, seluruh jenis kendaraan dari arah barat ke timur tidak dapat melintasi jalur tersebut.

Sementara itu, kendaraan dari arah timur menuju barat masih diperbolehkan melintas. Pengaturan ini diterapkan untuk mendukung kelancaran pekerjaan rehabilitasi sekaligus mengatur pergerakan kendaraan di sekitar lokasi proyek.

Pejabat DPUPR Kota Kediri, Ubaidillah, meminta masyarakat memahami kebijakan pengaturan lalu lintas tersebut. Ia menyampaikan permohonan maaf atas kemungkinan terganggunya aktivitas warga maupun pengguna jalan selama proses pengerjaan berlangsung.

Menurut Ubaidillah, masyarakat disarankan memanfaatkan jalur alternatif untuk menghindari kepadatan di sekitar lokasi rehabilitasi. Pengguna jalan juga diminta memperhatikan rambu-rambu serta mengikuti petunjuk petugas yang berjaga di lapangan.

Pekerjaan rehabilitasi dijadwalkan berlangsung selama kurang lebih satu setengah bulan, terhitung sejak 5 November sampai 19 Desember 2026. Selama periode tersebut, penutupan arus barat menuju timur tetap diberlakukan bagi seluruh jenis kendaraan.

DPUPR Kota Kediri berharap masyarakat dapat menyesuaikan perjalanan dan merencanakan rute sebelum melintasi kawasan Jalan MT. Haryono. Pengendara juga diminta mengurangi kecepatan ketika berada di sekitar area pekerjaan demi menjaga keselamatan bersama.

Pengguna jalan diimbau untuk mematuhi pengaturan lalu lintas, tidak menerobos penutupan, serta mengikuti arahan petugas. Masyarakat diharapkan turut mendukung proses rehabilitasi dengan menggunakan jalur alternatif agar pekerjaan dapat berjalan lancar dan aktivitas lalu lintas tetap terkendali.

Jurnalis: Mohamad Yunus