Pembongkaran Empat Jembatan di Kecamatan Bantur Segera Dimulai Setelah Proses Media Komunikasi Berjalan Lancar

Malang, Krisnanewstv.com – Pemerintah Kabupaten Malang bergerak cepat menyiapkan proses pembongkaran dan pembangunan kembali empat jembatan utama di Kecamatan Bantur. Langkah ini diawali dengan kegiatan media komunikasi bersama warga, pemilik lahan, serta pihak terkait untuk mensosialisasikan rencana pengalihan arus lalu lintas dan memastikan kelancaran proses pembangunan.
Kegiatan tersebut dikonfirmasi oleh Camat Bantur, Bayu Jatmiko, S.STP, pada Minggu (23/11/2025). Ia membenarkan bahwa pertemuan komunikasi dilaksanakan pada Jumat (21/11/2025), melibatkan Dinas PUPR, Dinas Bina Marga Kabupaten Malang, Dinas Pertanahan, pihak proyek, Muspika, serta unsur masyarakat.
Komunikasi dengan Warga Berjalan Lancar
Menurut Bayu Jatmiko, proses mediasi berjalan kondusif. Salah satunya terkait pembangunan jembatan di sebelah barat Kantor Kecamatan Bantur.
“Alhamdulillah komunikasi untuk jembatan barat kantor kecamatan berhasil dimediasi. Insyaallah estimasi, empat jembatan ini akan mulai dipugar menjelang akhir tahun,” ujarnya.
Ia juga mengimbau wisatawan untuk sementara tidak melewati jalur Kecamatan Bantur ketika proses pembongkaran dan pembangunan berlangsung.
Pembahasan Kompensasi Lahan
Pemerintah juga telah berkoordinasi dengan pemilik lahan yang terdampak kebutuhan pembangunan jembatan sementara, yakni di sebelah timur warung Pak Mukri dan area bagian barat di belakang warung yang berbatasan langsung dengan garis sungai.
Sementara itu, pihak proyek diketahui akan melakukan penjadwalan ulang pengerjaan agar pelaksanaan di lapangan lebih teratur dan minim hambatan.
Empat Jembatan Siap Dibongkar dan Dibangun Ulang
Adapun empat jembatan yang akan dibongkar dan dibangun kembali meliputi:

- Jembatan Wonokerto, dekat bekas Pasar Buah
- Jembatan Bantur, dekat Kantor Kecamatan Bantur
- Jembatan Bledogan
- Jembatan Srigonco
Keempat jembatan tersebut ditargetkan mulai dikerjakan pada akhir tahun 2025, menyesuaikan kesiapan teknis dan lapangan.
Pembangunan ini diharapkan dapat meningkatkan konektivitas wilayah Bantur dan mendukung akses menuju sejumlah destinasi wisata di pesisir selatan Kabupaten Malang.
(Suryadi)
