Patroli Gabungan Skala Besar Di Kediri Sasar Balap Liar, Miras, Geng Motor Dan Konvoi

Berita Krisnanewstv.com || KEDIRI — Sebanyak 38 personel gabungan diterjunkan untuk mengantisipasi berbagai potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat pada malam akhir pekan di Kota Kediri. Patroli skala besar tersebut menyasar aktivitas balap liar, pesta minuman keras, geng motor hingga konvoi kendaraan dalam agenda Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD) dan cipta kondisi “Jumat Gaul”, Jumat (18/9/2026) malam.
Kekuatan personel dalam kegiatan tersebut melibatkan tiga unsur, yakni Polres Kediri Kota, Kodim 0809/Kediri dan Satpol PP Kota Kediri. Rinciannya, 15 personel berasal dari Polres Kediri Kota, 15 anggota Satpol PP Kota Kediri, serta delapan personel Kodim 0809/Kediri.
Patroli dipimpin Kabag Ops Polres Kediri Kota Kompol Iwan Setyo Budhi, S.H., bersama Kasatpol PP Kota Kediri Paulus. Dalam pelaksanaannya, AKP Cahyo bertugas sebagai perwira pengawas, sedangkan pengendalian personel lalu lintas dilakukan Iptu Mujani dan pengendalian personel Samapta berada di bawah Iptu Asrusri.
Sebelum pelaksanaan patroli, seluruh personel terlebih dahulu mengikuti apel siaga KRYD. Setelah itu, tim gabungan bergerak menyusuri sejumlah kawasan yang dibagi dalam cakupan wilayah barat, timur dan tengah Kota Kediri.
Sejumlah lokasi yang masuk dalam rute pemantauan antara lain Simpang Tiga Water Torn, Simpang Empat Baptis, Simpang Empat Terminal Lama, kawasan Baruna, Alun-Alun Kota Kediri, kawasan Kelenteng, hingga Jembatan Brawijaya. Setelah seluruh rangkaian pemantauan selesai, personel kembali ke markas.
Kabag Ops Polres Kediri Kota Kompol Iwan Setyo Budhi menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan langkah preventif untuk mencegah aktivitas malam yang berpotensi menimbulkan gangguan kamtibmas.
“Patroli difokuskan pada pencegahan aksi balap liar, pesta miras, serta aktivitas geng motor maupun konvoi yang berpotensi menimbulkan keresahan pada malam hari, khususnya dalam agenda Jumat Gaul,” kata Iwan.
Menurutnya, pola patroli dilakukan secara bergerak agar pemantauan tidak terpaku pada satu lokasi. Dengan cara tersebut, petugas dapat menjangkau sejumlah persimpangan dan ruas jalan yang menjadi titik aktivitas masyarakat pada malam hari.
Pembagian wilayah menjadi tiga zona, yakni barat, timur dan tengah, juga dilakukan untuk memperluas cakupan pengawasan. Pola ini sekaligus mengantisipasi kemungkinan terjadinya perpindahan aktivitas dari satu kawasan ke kawasan lainnya.

Balap liar menjadi salah satu perhatian utama karena kegiatan tersebut dapat membahayakan keselamatan pelaku maupun pengguna jalan lain. Sementara aktivitas pesta minuman keras, geng motor dan konvoi juga menjadi sasaran apabila pelaksanaannya berpotensi mengganggu ketertiban maupun menimbulkan keresahan masyarakat.
Patroli tersebut sekaligus memperlihatkan sinergi antara Polri, TNI dan pemerintah daerah dalam menjaga situasi keamanan di wilayah Kota Kediri.
“Kegiatan ini merupakan wujud respons Polri, TNI dan pemerintah daerah dalam menjaga keamanan di wilayah Kota Kediri,” ujar Iwan.
Dalam kegiatan gabungan tersebut, masing-masing unsur menjalankan perannya. Kepolisian berfokus pada pemeliharaan keamanan serta penegakan hukum, TNI memberikan dukungan pengamanan, sedangkan Satpol PP menjalankan fungsi yang berkaitan dengan ketertiban umum.
Patroli skala besar seperti ini menjadi salah satu langkah yang dilakukan ketika mobilitas masyarakat meningkat pada malam akhir pekan. Kehadiran personel di berbagai ruas jalan diharapkan dapat mendeteksi lebih awal aktivitas yang berpotensi berkembang menjadi gangguan kamtibmas.
Masyarakat, khususnya pengguna jalan dan anak muda yang beraktivitas pada malam hari, diimbau menjaga ketertiban, menghindari balap liar, tidak mengonsumsi minuman keras secara melanggar ketentuan, serta tidak melakukan konvoi yang mengganggu pengguna jalan maupun warga sekitar.
Orang tua juga diharapkan turut memberikan pengawasan dan edukasi kepada anak agar aktivitas pada malam hari tetap berlangsung secara aman, tertib dan tidak merugikan diri sendiri maupun orang lain.(hms)
Jurnalis: Mohamad Yunus
