Pasca-Eksekusi 9 Lahan Warga, Proyek Jalan Nasional Balekambang Dikebut Menuju Rampung

Berita Krisnanewstv.com || Malang – Pelaksanaan proyek strategis nasional (PSN) peningkatan struktur ruas jalan nasional Gondanglegi-Simpang Balekambang sepanjang 30,48 kilometer memasuki babak akhir. Langkah tegas diambil oleh Pengadilan Negeri (PN) Kepanjen bersama Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Malang dengan melakukan eksekusi pengosongan terhadap sembilan bidang lahan warga yang sebelumnya mengalami kendala dalam proses pembebasan lahan secara mandiri.

Berdasarkan pantauan awak media pada Rabu, 14 Oktober 2026, dari sembilan lahan yang telah dieksekusi, sejumlah titik di antaranya sudah mulai dilakukan pembangunan, termasuk di lahan kebun sawit. Kondisi tersebut dinilai mempermudah pihak pelaksana proyek untuk mengejar target penyelesaian pembangunan pada akhir tahun sesuai jadwal yang telah ditetapkan.

Langkah hukum konsinyasi, yakni penitipan uang ganti rugi di pengadilan, terpaksa ditempuh demi mengejar kelanjutan pembangunan jalan agar dapat tuntas sebelum pergantian tahun. Pasca-eksekusi di sembilan titik kritis tersebut, konsorsium pelaksana proyek Jaya Konstruksi-Sarana-Modern Joint Operation (JO) langsung memobilisasi alat berat ke lokasi. Pengerjaan difokuskan pada penyelesaian sisa pembangunan jembatan di kawasan Bledokan, Desa Bantur, serta perataan bukit agar jalur utama menuju Malang Selatan tersebut dapat tersambung secara utuh.

Eksekusi lahan di sembilan titik ini memicu berbagai tanggapan dari masyarakat setempat, baik warga yang terdampak langsung maupun pengguna jalan yang melintasi kawasan tersebut. Titik Hariani, warga Wonorejo, Kecamatan Bantur, yang lahannya turut terdampak, menyampaikan perasaannya saat proses eksekusi berlangsung. “Sebagai warga yang usahanya ikut terkena pembebasan, sejujurnya ada rasa berat hati saat eksekusi dilakukan. Namun, karena ini untuk kepentingan umum dan uang ganti rugi sudah dititipkan lewat sistem konsinyasi di pengadilan, kami menerima. Harapan kami, setelah pengosongan ini, pelaksana proyek benar-benar mengebut pekerjaannya secara rapi. Jangan sampai menyisakan material yang mengganggu sisa bangunan kami atau memicu debu yang terlalu tebal,” ungkapnya.

Warga setempat lainnya, Hendra Wijaya (41), menyatakan dukungannya terhadap kelanjutan proyek pasca-eksekusi lahan. Ia menyebutkan bahwa jalur ekonomi warga selama ini kerap terhambat akibat penyempitan jalan dan kemacetan yang timbul dari proses pembebasan lahan yang berjalan alot. “Kami sangat mendukung kelanjutan pembangunan ini pasca-eksekusi lahan selesai. Selama ini, jalur ekonomi kami terhambat karena ada titik-titik yang menyempit dan macet akibat pembebasan lahan yang alot. Dengan dieksekusinya sembilan titik tersebut, jalan akhirnya bisa dilebarkan secara merata hingga 11-13 meter. Kami optimis pariwisata Balekambang akan melonjak tajam saat libur tahun baru nanti,” ujarnya.

Sumiyati (45), warga Bantur, turut menyampaikan pandangannya terkait proses eksekusi yang telah berlangsung. Menurutnya, proses tersebut berjalan secara kondusif dan persuasif tanpa adanya bentrokan antarpihak. “Proses eksekusi kemarin untungnya berjalan kondusif dan persuasif, tidak ada bentrokan. Sekarang jalan di depan jadi sangat luas. Kami sebagai warga hanya meminta agar pelaksana jalan segera merampungkan pengaspalan dan memastikan lampu penerangan jalan umum terpasang dengan baik, dan jalur menjadi agak rawan jika gelap di malam hari,” katanya.

Sementara itu, Roni (34), seorang pengendara yang rutin melintasi jalur tersebut untuk bekerja, mengaku pemandangan jalan kini menjadi lebih terbuka setelah proses eksekusi sembilan lahan selesai dilakukan. Ia menyebut penyempitan jalan atau bottleneck yang sebelumnya kerap menimbulkan antrean panjang kini sudah tidak ditemukan lagi. “Setiap hari saya lewat sini untuk bekerja. Setelah sembilan lahan itu dieksekusi, pemandangan jalan jadi lebih terbuka dan tidak ada lagi penyempitan botol (bottleneck) yang bikin antrean panjang. Kami sebagai pengguna jalan siap bersabar dengan sistem buka-tutup lalu lintas selama pengaspalan akhir ini berjalan, asalkan target tuntas akhir tahun bisa benar-benar terwujud,” jelasnya.

Pihak Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga bersama Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Timur-Bali menegaskan bahwa progres percepatan fisik proyek saat ini telah melampaui target jadwal yang ditetapkan pasca-eksekusi lahan. Fokus utama dalam beberapa minggu ke depan diarahkan pada proses pemadatan lapis fondasi atas serta pengaspalan secara cepat, sehingga jalur nasional tersebut dapat beroperasi penuh dan mulus pada awal tahun mendatang.

Masyarakat diimbau untuk tetap bersabar dan mematuhi arahan petugas selama masa pengerjaan akhir proyek berlangsung, termasuk mengikuti sistem buka-tutup lalu lintas yang diterapkan. Dukungan serta kerja sama seluruh pihak menjadi kunci penting agar proyek infrastruktur strategis ini dapat rampung tepat waktu dan memberikan manfaat optimal bagi masyarakat luas.

Jurnalis: Suryadi