Outing Class GCEH: Serunya Belajar dan Berpetualang di Alam Kediri

Krisnanewstv com Kediri, 12 Mei 2025 – Suasana ceria menyelimuti kegiatan Outing Class yang diselenggarakan oleh BIMBEL GCEH (Gerald Ceria English House) Kalipang, Kecamatan Grogol, Kabupaten Kediri. Kegiatan ini melibatkan seluruh siswa dari jenjang SD, SMP, hingga SMK, dengan tujuan utama mengembangkan kemampuan berbicara (speaking) dalam Bahasa Inggris secara langsung di luar kelas, sekaligus memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan dan menyegarkan.
Outing Class kali ini mengusung konsep learning by traveling di alam terbuka. Tiga lokasi wisata alam di Kediri menjadi destinasi utama: Gua Selomangleng, Taman Penangkaran Rusa, dan Taman Wisata Gunung Klotok. Rombongan berangkat dari titik kumpul pada pukul 07.30 WIB dan menjalani rangkaian kegiatan hingga sore hari.
Selama kegiatan, para siswa tidak hanya menikmati keindahan alam dan udara sejuk pegunungan, tetapi juga aktif berdialog, menceritakan pengalaman, dan mendeskripsikan tempat-tempat yang dikunjungi dalam Bahasa Inggris. Aktivitas ini menjadi sarana praktik berbahasa yang efektif sekaligus menyenangkan.
Menambah suasana hangat dan penuh semangat, hadir pula Suster Mei Alma dari Asrama Bhakti Luhur Kalibago yang turut mendampingi siswa-siswi sepanjang kegiatan. Kehadiran beliau membawa nuansa kekeluargaan yang mempererat kebersamaan peserta.
Kegiatan ini diprakarsai oleh Ibu Puspita Ayu, pendiri sekaligus mentor utama GCEH, yang dikenal aktif mengembangkan potensi siswa dengan pendekatan kreatif dan komunikatif. Turut mendampingi pula Ibu Fransiska Murni S., pembimbing yang berperan besar dalam membina siswa selama acara berlangsung.
BIMBEL GCEH berlokasi di Desa Kalipang RT 4 RW 2, Kecamatan Grogol, Kabupaten Kediri, dan memiliki cabang Rumah Pintar Ceria (RPC) di Jl. Karyatani, Desa Waung Sukorame RT 21 RW 6, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri.
Dengan kegiatan ini, GCEH berharap siswa-siswinya mampu meningkatkan rasa percaya diri dalam berkomunikasi menggunakan Bahasa Inggris, sekaligus memperoleh pengalaman baru yang memperkaya wawasan dan mempererat kebersamaan. Melalui pembelajaran yang langsung diterapkan di lapangan, siswa diajak untuk lebih aktif, berani, dan terbuka terhadap lingkungan sekitar serta budaya belajar yang lebih kontekstual dan menyenangkan. GCEH percaya bahwa pengalaman nyata adalah kunci pembelajaran yang bermakna dan berkelanjutan.(Irma)
