Matangkan Persiapan Karangsari Karnaval 2026, Panitia Gelar Pengundian Nomor Urut Peserta di Pendopo Agung
MALANG krisnanewstv.com— Menjelang pelaksanaan Karangsari Karnaval 2026, panitia bersama pemerintah desa dan jajaran Forkopimcam Bantur terus mematangkan berbagai persiapan. Salah satunya melalui rapat koordinasi sekaligus pengundian nomor urut peserta yang digelar di Pendopo Agung Desa Karangsari, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang, Kamis (10/9/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan seluruh rangkaian karnaval dapat berjalan tertib, aman, dan lancar, mengingat kegiatan budaya tahunan ini diperkirakan bakal menarik perhatian masyarakat dari berbagai wilayah.
Rapat dihadiri jajaran Forkopimcam Bantur, Kepala Desa Karangsari H. Deni beserta perangkat desa, Ketua BPD Subaweh, para ketua lingkungan, serta perwakilan rombongan peserta dari masing-masing RT, RW, dan lembaga.
Hadirnya Kapolsek Bantur AKP Ahmad Taufik Syafiudin, S.H., M.H., bersama jajaran turut mempertegas kesiapan kepolisian dalam mendukung sekaligus mengawal jalannya kegiatan, mulai dari tahapan persiapan hingga pelaksanaan di lapangan.
Ketua Panitia Karangsari Karnaval 2026, Syaiful, mengatakan pengundian nomor urut peserta merupakan salah satu langkah teknis untuk menata jalannya karnaval agar lebih terorganisir.
Menurutnya, dengan adanya nomor urut yang jelas, panitia dapat lebih mudah mengatur formasi barisan, durasi penampilan, hingga pergerakan peserta di sepanjang rute karnaval.
“Pengundian nomor urut ini menjadi bagian dari persiapan teknis agar pelaksanaan nanti lebih tertata. Kami berharap seluruh peserta dapat mengikuti ketentuan yang telah disepakati bersama,” ujar Syaiful.
Kapolsek Bantur Tekankan Kamtibmas dan Penggunaan Sound System
Di sela kegiatan, Kapolsek Bantur AKP Ahmad Taufik Syafiudin memberikan sejumlah arahan kepada panitia maupun seluruh perwakilan peserta.
Ia menegaskan bahwa pihak kepolisian mendukung kreativitas masyarakat dalam melestarikan seni dan budaya lokal. Namun, dukungan tersebut harus berjalan seiring dengan kepatuhan terhadap aturan serta kepentingan keamanan dan kenyamanan masyarakat.
“Kami dari jajaran Polsek Bantur tetap mendukung penuh kreativitas warga dalam melestarikan budaya lokal melalui Karangsari Karnaval 2026 ini. Namun, kami mengingatkan dengan sangat tegas agar seluruh peserta mematuhi aturan yang telah disepakati, terutama terkait penggunaan sound system,” tegas AKP Ahmad Taufik.
Mantan Kapolsek Dampit tersebut juga mengingatkan peserta agar memperhatikan ketentuan dan arahan dari Polres Malang terkait penggunaan perangkat audio, termasuk fenomena sound horeg yang belakangan menjadi perhatian.
Menurutnya, pengaturan volume suara perlu menjadi perhatian bersama agar tidak mengganggu fasilitas umum, tempat ibadah, maupun kenyamanan warga yang rumahnya berada di sepanjang jalur karnaval.
“Karnaval ini adalah ajang hiburan rakyat yang harus membawa kebahagiaan, bukan gesekan. Kami meminta kerja sama para koordinator lapangan untuk mengawasi anggotanya masing-masing,” ujarnya.
Kapolsek juga mengingatkan seluruh peserta untuk tidak membawa maupun mengonsumsi minuman keras, membawa senjata tajam, melakukan tindakan provokatif, ataupun melakukan aktivitas lain yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat.

“Kedepankan sikap humanis, jaga toleransi, dan mari kita tunjukkan bahwa masyarakat Bantur bisa tertib serta kondusif,” pungkasnya.
Rangkaian rapat dan pengundian nomor urut peserta berlangsung tertib dan interaktif. Kegiatan kemudian ditutup dengan penandatanganan pakta integritas bersama sebagai bentuk komitmen seluruh pihak untuk menjaga ketertiban selama rangkaian Karangsari Karnaval 2026.
Dengan persiapan yang semakin matang, Karangsari Karnaval 2026 diharapkan tidak hanya menjadi ruang bagi masyarakat untuk menampilkan kreativitas dan budaya lokal, tetapi juga mampu memberikan dampak positif bagi aktivitas ekonomi serta pelaku usaha warga di sepanjang kawasan kegiatan.
(Suryadi)
