Lokakarya Lintas Sektor di Bantur Satukan Langkah Lawan Stunting, Desa Siaga TBC Segera Dibentuk
Krisnanewstv.com | Malang – Mewujudkan masyarakat yang lebih sehat tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja. Dibutuhkan kerja sama dan kepedulian seluruh elemen, mulai dari pemerintah, tenaga kesehatan, hingga masyarakat. Semangat itulah yang mewarnai pelaksanaan Lokakarya Mini Lintas Sektor Tahun 2026 yang digelar UPT Puskesmas Bantur bersama UPT Puskesmas Wonokerto di Pendopo Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang, Rabu (1/7/2026).
Kegiatan ini menjadi ruang bertemunya berbagai unsur lintas sektor untuk mengevaluasi program kesehatan yang telah berjalan sekaligus menyusun langkah bersama dalam menghadapi berbagai tantangan kesehatan di Kecamatan Bantur, terutama percepatan penurunan angka stunting dan pengendalian Tuberkulosis (TBC).
Lokakarya dihadiri Camat Bantur Bayu Jatmiko, S.STP, didampingi Kapolsek Bantur dan Danramil 0818/12 Bantur. Turut hadir seluruh kepala desa se-Kecamatan Bantur, kader kesehatan, unsur Forkopimcam, serta berbagai lembaga lintas sektoral yang selama ini menjadi mitra pelayanan kesehatan di wilayah tersebut.
Dalam arahannya, Camat Bantur menyampaikan rencana pembentukan Desa Siaga Tuberkulosis (TBC) di setiap desa. Program ini diharapkan mampu memperkuat deteksi dini, mempercepat pendampingan pasien, sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mencegah dan mengendalikan penyebaran TBC.
Sementara itu, Kepala UPT Puskesmas Bantur, Soebagijono, S.Kep., Ners., M.M.Kep., menegaskan bahwa upaya menekan angka stunting tidak akan berhasil tanpa dukungan dan kolaborasi seluruh pihak.
«”Program kesehatan akan berhasil apabila seluruh lintas sektor memiliki komitmen yang sama dalam mendukung pelayanan kesehatan kepada masyarakat, termasuk penanganan stunting dan TBC,” tegas Soebagijono.»

Selain membahas stunting dan TBC, peserta juga mendapatkan pemaparan dari dr. Eria mengenai sistem rujukan pasien ke rumah sakit. Materi tersebut memberikan pemahaman mengenai prosedur rujukan yang benar agar masyarakat dapat memperoleh pelayanan kesehatan lanjutan secara cepat, tepat, dan sesuai dengan kondisi medis yang dialami.
Melalui Lokakarya Mini Lintas Sektor ini, sinergi antara UPT Puskesmas Bantur, UPT Puskesmas Wonokerto, pemerintah desa, Forkopimcam, kader kesehatan, dan seluruh pemangku kepentingan diharapkan semakin kuat. Dengan kolaborasi yang solid, percepatan penurunan angka stunting, terwujudnya Desa Siaga TBC, serta peningkatan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat Kecamatan Bantur diyakini dapat berjalan lebih optimal.
(Arifpin)
