Klarifikasi Terkait Bansos Bupati YAPI Di Gugat Warga Masyarakat
Krisnanewstv.com//KabupatenMalang Program luar biasa yang digagas oleh Bupati Malang Drs.HM.Sanusi,MM yang mendapat respon positif warga masyarakat karena meringankan beban kehidupan khususnya anak yatim piatu dan terlebih di dunia pendidikan Bupati tidak segan segan membantu para anak YAPI di bantu pembayaran SPP jika ada anak YAPI bila ditarik oleh pihak sekolah akan tetapi ada beberapa persoalan yang di gugat warga masyarakat Kabupaten Malang terkait penyaluran kepada YAPI yang tidak merata
Salah satunya dari tokoh masyarakat yang ada di Desa Wonokerto Ustads Rusdi RW 42 /RW08 Dusun Gampingan pada hari Sabtu(23/03) menyampaikan kepada awak media Krisnanewstv.com dengan menyerahkan daftar anak yatim yang ada di sekitar dusun Gampingan yang layak mendapat bantuan,program bupati Abah Sanusi sangat bagus sekali tetapi seperti ada ketidakadilan kenapa di dusun gampingan desa Wonokerto kecamatan Bantur Kabupaten Malang tidak ada satupun menerima bantuan kami mohon perhatiannya dan ini data yang layak mendapat bantuan ini pak datanya semoga di dengar protes saya ini dan ada tindakan terima kasih,” ujarnya

Terkait bantuan penyaluran bansos YAPI yang digagas oleh Bupati Malang sebagai pemangku wilayah pemerintahan Kabupaten Malang sempat menyampaikan di saat di kecamatan Bantur bila ada anak YAPI yang layak mendapat segera di konfirmasi dan di data agar bisa ditindaklanjuti oleh dinas terkait dan bupati sempat menyinggung pengamat terkait perkembangan Kabupaten Malang yang kurang baik tetapi fakta yang terjadi banyak program program dari kabupaten Malang saat ini meraih berbagai penghargaan baik ditingkat Propinsi dan nasional
Terkait hal ini salah satu camat yaitu Camat Bantur Bayu Jatmiko, S.STP meluruskan saat berada di acara Ramadhan berbagi bersama Fatayat NU di Pendopo Kecamatan Bantur pada hari Minggu (24/03) mengatakan dari penyaluran bantuan yatim piatu dan yang dilaksanakan di kecamatan Bantur yang telah di berikan oleh bapak bupati dan diKecamatan Bantur ada 10 desa dan yang diberikan ada 3 desa dan yang diberikan Wonorejo,Sumberbening dan Karangsari dan yang lainnya belum ,” jelasnya
“Hal ini diklarifikasi sebenarnya terus terang surat di akhir tahun 2023 dari 10 desa memenuhi kepada kami kemudian kami naikkan dan sebanyak 3 desa sehingga 7 desa sesuai arahan bapak bupati kemarin agar segera melengkapi yang belum yakni 7 desa dan ini menang butuh keseriusan dan data yang valid dari desa sehingga dinas sosial dari leading sektor ini hanya mengajukan kepada Pemkab agar Pemkab memberikan bantuannya ,” pungkasnya
Dharma
