Kekeringan Melanda Malang Selatan, Ribuan Warga Pagak Gelar Salat Istisqa, Berharap Hujan Segera Turun
MALANG – Krisnanewstv.com – Di tengah kemarau dan kekeringan yang berdampak pada kehidupan masyarakat serta lahan pertanian, ribuan warga Kecamatan Pagak, Kabupaten Malang, berkumpul di Lapangan Rajawali, Desa Sumberejo, untuk melaksanakan Salat Istisqa, Sabtu (10/10/2026).
Dengan penuh kekhusyukan, masyarakat bersama para ulama, tokoh agama, dan jajaran pemerintah memanjatkan doa kepada Allah SWT agar hujan segera turun, sumber air kembali terisi, dan lahan pertanian yang terdampak kekeringan dapat kembali digarap.
Suasana religius menyelimuti lapangan sejak pagi. Kehadiran berbagai elemen masyarakat dalam kegiatan tersebut menjadi gambaran kuatnya kebersamaan warga Pagak dalam menghadapi kondisi alam yang menantang.
Salat Istisqa itu dihadiri Bupati Malang Drs. H. M. Sanusi, M.M., Sekretaris Daerah, jajaran Forkopimda Kabupaten Malang, organisasi perangkat daerah (OPD), Forkopimcam Pagak, anggota DPRD Kabupaten Malang Hj. Suma’i dan Ir. H. Kholiq, M.A.P., Wakil Ketua DPRD Kabupaten Malang, serta Ketua DMI K.H. Imam Subaweh.
Turut hadir perwakilan MUI, BAZNAS, FKUB, para kepala desa se-Kecamatan Pagak, kepala UPT, lima camat dari wilayah eks Karesidenan Malang, tokoh masyarakat, dan warga yang mengikuti doa bersama.
Hj. Suma’i: Doa Harus Diiringi Kepedulian Nyata
Anggota DPRD Kabupaten Malang dari Fraksi PDI Perjuangan, Hj. Suma’i, yang dikenal dengan sebutan Srikandi Banteng, menyampaikan apresiasi atas inisiatif masyarakat dan para tokoh yang menyatukan langkah melalui Salat Istisqa.
Menurutnya, kekompakan masyarakat dalam menghadapi kekeringan merupakan modal sosial yang penting. Namun, harapan agar hujan segera turun juga perlu diiringi kepedulian dan langkah konkret untuk membantu warga yang mengalami kesulitan air bersih maupun petani yang terdampak.
“Kami di legislatif sangat mengapresiasi kekompakan warga Desa Sumberejo dan Kecamatan Pagak dalam berserah diri dan memohon pertolongan Allah SWT melalui Salat Istisqa di Lapangan Rajawali ini. Kekeringan di wilayah Malang Selatan merupakan tantangan nyata tahun ini,” ujar Hj. Suma’i.
Ia menegaskan, koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Malang dan BPBD perlu terus diperkuat agar penyaluran bantuan air bersih serta penanganan dampak kekeringan terhadap sektor pertanian dapat berjalan cepat dan tepat sasaran.
Baginya, masyarakat yang sedang menghadapi kesulitan membutuhkan perhatian bersama, sehingga ikhtiar spiritual dapat berjalan beriringan dengan upaya nyata dalam memenuhi kebutuhan dasar warga.
Camat Pagak Ajak Warga Saling Membantu
Sementara itu, Camat Pagak, Drs. Sugeng Hari Susanta, M.M., mengajak masyarakat menjaga solidaritas dan menggunakan air secara bijaksana selama kondisi kekeringan berlangsung.
“Kegiatan religius hari ini adalah bukti kekuatan kebersamaan kita di Kecamatan Pagak. Kami mengimbau seluruh masyarakat untuk saling membantu dan bijak dalam menggunakan sumber daya air yang ada,” ungkapnya.
Pihak kecamatan, lanjutnya, terus memetakan desa-desa yang membutuhkan pasokan air bersih agar kebutuhan warga dapat diketahui dan penanganannya lebih terarah.
Semangat gotong royong dinilai penting agar warga yang memiliki akses air dapat turut membantu masyarakat lain yang mengalami keterbatasan.
Bantuan Sembako dan Air Bersih untuk Warga
Kepala Desa Sumberejo, Amsori, menyampaikan rasa terima kasih kepada Bupati Malang, para ulama, jajaran pemerintah, tokoh masyarakat, dan seluruh warga yang hadir dalam kegiatan tersebut.
Ia berharap doa bersama ini membawa keberkahan bagi masyarakat, khususnya para petani yang menantikan hujan agar aktivitas pertanian dapat kembali berjalan normal.
“Pemerintah Desa Sumberejo sangat berterima kasih atas kehadiran para kiai, tokoh masyarakat, Forkopimda, Forkopimcam, Bupati Sanusi, serta seluruh elemen dan warga di Lapangan Rajawali ini. Harapan petani di desa kami sangat bertumpu pada turunnya hujan agar lahan pertanian mereka bisa kembali digarap secara normal. Semoga doa bersama ini segera diijabah,” kata Amsori.
Di tengah kondisi tersebut, perhatian terhadap kebutuhan masyarakat juga diwujudkan melalui bantuan sosial.
Amsori menyampaikan terima kasih kepada BAZNAS Kabupaten Malang yang memberikan 200 paket sembako bagi warga. BPBD Kabupaten Malang juga memberikan bantuan berupa 100 jeriken air untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan air.
Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban warga, terutama mereka yang tengah menghadapi keterbatasan akses air bersih akibat kekeringan.
Berharap Hujan, Memperkuat Kebersamaan
Rangkaian kegiatan ditutup dengan khotbah khusus Salat Istisqa dan doa keselamatan bagi seluruh wilayah Kabupaten Malang agar terhindar dari dampak kekeringan yang lebih parah.
Bagi masyarakat Pagak, kegiatan tersebut bukan sekadar pelaksanaan ibadah, melainkan juga momentum untuk memperkuat persaudaraan dan kepedulian di tengah situasi yang tidak mudah.
Di balik doa yang dipanjatkan, tersimpan harapan sederhana warga: hujan segera turun, sumber air kembali tersedia, tanaman petani tumbuh subur, dan kehidupan masyarakat berangsur pulih.
Ikhtiar spiritual itu pun menjadi pengingat bahwa menghadapi kekeringan membutuhkan kebersamaan semua pihak, mulai dari masyarakat, pemerintah desa, pemerintah daerah, hingga lembaga yang menyalurkan bantuan.
(Suryadi – Krisnanewstv.com)
