Kapolres Kediri Kota Hadiri Forum Nasional Pengasuh Pesantren, Dorong Terwujudnya Pesantren Ramah Santri dan Bebas Kekerasan

Berita Krisnanewstv.com || Kediri Kota – Upaya memperkuat sistem pendidikan pesantren yang aman, humanis, dan adaptif terhadap perkembangan zaman menjadi fokus pembahasan dalam forum komunikasi antar pengasuh pondok pesantren bertajuk Multaqā Ru’asā’ al-Ma‘āhid yang digelar di Pondok Pesantren Al-Amien Ngasinan, Kota Kediri, Kamis (11/6/2026). Kegiatan tersebut turut dihadiri Kapolres Kediri Kota AKBP Dr. Anggi Saputra Ibrahim, S.H., S.I.K., M.H.

Forum yang berlangsung sejak pagi hingga sore hari itu mempertemukan para ulama, pengasuh pondok pesantren, tokoh pendidikan Islam, unsur pemerintah, serta aparat keamanan untuk membahas berbagai isu strategis terkait penguatan tata kelola pesantren yang ramah santri, bebas kekerasan, dan mampu menjawab tantangan era digital.

Sejumlah tokoh nasional hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Ketua Umum MUI Pusat KH. Anwar Iskandar, Dirjen Pendidikan Islam Kementerian Agama RI Prof. Dr. H. Amien Suyitno, M.Ag., Sekjen MUI Pusat Dr. H. Amirsyah Tambunan, MA., Wakil Wali Kota Kediri Qowimuddin Thoha atau Gus Qowim, Direktur Reserse Siber Polda Jawa Timur Kombes Pol Bimo Ariyanto, S.H., S.I.K., serta para pengasuh pondok pesantren dari berbagai daerah di Indonesia.

Dalam forum tersebut dibahas sejumlah persoalan penting yang menjadi perhatian dunia pendidikan pesantren, mulai dari implementasi pesantren tanpa kekerasan, pencegahan perundungan dan kekerasan seksual, penguatan ketahanan keluarga santri, hingga ancaman kejahatan siber yang kini semakin menyasar kalangan remaja.

Salah satu sesi yang mendapat perhatian besar peserta adalah pemaparan dari Direktur Reserse Siber Polda Jawa Timur Kombes Pol Bimo Ariyanto mengenai deteksi dini, pencegahan, dan penegakan hukum terhadap berbagai bentuk kejahatan siber. Materi tersebut dinilai relevan dengan perkembangan teknologi yang membawa tantangan baru dalam dunia pendidikan.

Kapolres Kediri Kota AKBP Anggi Saputra Ibrahim menegaskan bahwa pesantren memiliki peran strategis dalam membentuk karakter, moral, dan akhlak generasi muda. Oleh karena itu, sinergi antara pengasuh pesantren, pemerintah, aparat keamanan, serta masyarakat perlu terus diperkuat guna menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan nyaman bagi para santri.

Menurutnya, pesantren tidak hanya berfungsi sebagai lembaga pendidikan keagamaan, tetapi juga menjadi benteng moral bangsa yang memiliki kontribusi besar dalam menjaga persatuan, toleransi, dan nilai-nilai kebangsaan.

Selain menjadi ruang diskusi, kegiatan Multaqā Ru’asā’ al-Ma‘āhid juga menjadi sarana berbagi pengalaman antar pengasuh pesantren dalam membangun sistem pengasuhan yang lebih humanis, berorientasi pada perlindungan santri, serta tetap berlandaskan nilai-nilai akhlakul karimah.

Melalui forum nasional tersebut, diharapkan lahir berbagai gagasan dan komitmen bersama untuk mewujudkan pesantren yang semakin maju, modern, adaptif, dan mampu menjawab tantangan sosial di masa depan tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman yang menjadi fondasi utama pendidikan pesantren.

Kegiatan ditutup dengan doa bersama dan sesi dokumentasi sebagai simbol kuatnya kolaborasi antara ulama, pemerintah, dan aparat keamanan dalam mendukung kemajuan pendidikan Islam serta menjaga kondusivitas masyarakat.

Pesan kepada seluruh pengelola lembaga pendidikan dan masyarakat, mari bersama-sama menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, bebas kekerasan, serta mampu membentuk generasi muda yang berakhlak mulia, cerdas, dan siap menghadapi tantangan zaman.

(hms/yns)