Hari Pendidikan Guru Nasibmu Kini…..

Krisnanewtv.com//Malang, Hari Pendidikan di peringati setiap tanggal 2 Mei dan hari Pendidikan Nasional adalah hari yang ditetapkan oleh Pemerintah Indonesia untuk memperingati salah satu pahlawan nasional Ki Hajar Dewantara yang merupakan tokoh pelopor pendidikan di Indonesia sekaligus pendiri lembaga pendidikan Taman Siswa.

Saat ini di dunia Pendidikan khususnya di Kabupaten Malang antara fakta dan penghargaan jungkir balik beda di lapangan ,saat ini Hari Pendidikan Guru Nasibmu kini……..

Di daerah banyak kekurangan guru dan satu pihak Guru honorer banyak di sia siakan padahal mengabdi untuk generasi anak bangsa sama dengan guru yang telah di angkat,saatnya tidak ada skat antara honorer dan guru tetap yang telah di angkat fakta di lapangan begitu prihatinnya Guru menjadi Tukang rumput setelah mengajar bisa di bayangkan perasaan Guru honorer nasibnya yang di alami dan ini lah sebuah fakta yang tidak di bantah sedangkan sang pengendali pemerintahan daerah mendapat sebuah penghargaan.

Guru terkadang hanya sebagai alat politik di saat menjelang Pilkada di pastikan baik incumbent khususnya atau calon lainnya mendekati para PGRI tetapi setelah selesai janji yang terucap bahasa orang awam sudah lupa tuh.

Dan saat ini profesi guru bagi generasi muda tidak seperti dulu yang selalu di banggakan karena gaji yang tidak layak bahkan kalah dengan gaji buruh ini menimbulkan keprihatinan ketika generasi muda tidak mau menjadi profesi guru lalu siapa yang mau mencerdaskan anak bangsa bila tidak ada yang minat sebagai profesi guru beban dan tanggungjawab guru dewasa ini semakin berat.

Suatu dilema seorang guru dewasa ini yang pertama terkait fasilitas sekolah masih banyak sekolah sekolah yang tidak layak di sebut sekolah baik SD,SMP dan lainnya saat mengeluh atau berkeluh kesah tentang fasiltas maka guru dianggap terlalu banyak menuntut padahal memang suatu kebutuhan contoh ada kamar mandi seperti gudang tidak layak pakai tentunya buat edukasi anak didik jaga kebersihan realitanya kamar mandi kumuh ,bangunan sekolah hampir ambruk baik jendela atau lainnya ketika dirilis berita maka yang akan di salahkan guru setempat.

Saat ini seperti penulis lihat banyak sekolah ditutup karena kekurangan murid faktor kendala di dunia pendidikan biasanya oleh pemerintah setempat yang di salahkan gurunya padahal anggaran tidak memadai bila usulkan takut di anggap terlalu banyak tuntutan dan saatnya gedung sekolah layak sehingga calon anak didik atau para orang tua mau sekolahkan yang terdekat sungguh prihatin dan terkesan aneh rumah anak didik persis sebelah sekolah tetapi tidak sekolah di tempat tersebut karena orang tua memilih sekolah yang fasilitas baik dan lengkap.

Penarikan iuran baik untuk perbaikan sekolah ,kesejahteraan guru honorer atau kegiatan lain agar bisa menunjang kwalitas sekolah dengan cara iuran akan tetapi guru nantinya akan terkena saksi yang membuat masa depannya bisa suram sementara pemangku jabatan hanya berbicara bila ada yang menarik iuran akan ditindaklanjuti dan akan di ganti tentunya hal ini kurang tepat akan menjadi dilema bagi seorang guru dimakan bapak mati tidak dimakan ibu mati pepatah mengatakan begitu gambaran seorang guru saat ini dan berbagai cara sekolah lewat komite iuran menjadi istilah sedekah,infaq dan istilah lainnya pada poinnya tetap di tarik iuran tetapi yang mendapat penghargaan pemangku jabatan di atas .

Penulis juga mempunyai bukti seorang tukang pencari rumput bayar iuran perbulan Rp 30.000 dan bila ambil raport kena Rp 20.000, ada dialog yang bikin miris ketika ngopi di warung seorang istri bertanya kepada suami pak apa sudah bayar iuran anakmu dijawab bapak ya sudah Bu saya bayar 6 bulan artinya harus bayar total Rp 180.000 untuk iuran bagi yang mampu mungkin tidak masalah tetapi bagi ekonomi pas pasan begitu berharga dan kepada penulis bercerita dengan suara parau terkait dengan kehidupannya.Dari kasus sebagian kecil ini apakah akan selalu menyalahkan seorang guru sedangkan menyampaikan apa adanya seorang guru terkadang resiko takut di pindah di sangsi dan sebagainya.

Hari Pendidikan nasibnya guru saat ini sudah saatnya perlu diperhatikan gaji yang layak dan fasiltas yang baik untuk anak didik serta realita yang ada harus mau menerima masukan walau jelek sekalipun kalau itu memang butuh perhatian bagi pemangku jabatan yang berwenang bukan ketika saat mau PULKADA di perhatikan…..apakah peduli kepada seorang Guru jangan menunggu saat akan PILKADA nasib guru menentukan masa depan generasi anak bangsa semoga pemerintah Indonesia memperhatikan nasib guru baik honorer dan lainnya baik pemerintah daerah dan pusat memperhatikan hal ini.

Dharma