Giat FGD “Optimalisasi Potensi Ketahanan Pangan Desa Rejosari Mendukung Program Swasembada Pangan Nasional “

Krisnanewstv.com//Malang,Dalam rangka melaksanakan Dokumen Pelaksanaan Anggaran Susunan Kerja Perangkat Daerah (DPA-SKDP) Kecamatan Bantur Tahun 2024 program sosialisasi dan sinergesitas pelaksanaan kegiatan pemerintahan bersama DPRD Kabupaten Malang dengan tema “Optimalisasi Potensi Ketahanan Pangan Desa Rejosari Kecamatan Bantur Guna Mendukung Program Swasembada Pangan Nasional ‘ bertempat di Pendopo Kantor Desa Rejosari Kecamatan Bantur pada hari Kamis(27/03/2025)
Peserta yang mengikuti acara kegiatan FGD(Forum Group Disccusion) yaitu Kadis Tanaman Pangan,Holtikultura dan perkebunan Kabupaten Malang di wakili Kadis Peternakan Dan Kesehatan Hewan diwakili Kadis Ketahanan Pangan di wakili ,Kadis Perikanan dan Koordinator BPP, Danramil 0818-12 Bantur di wakili Batuud dan Kapolsek Bantur di wakili Bhabinkamtibmas ,Kepala Desa Rejosari, Kepala Dusun Ketua TP.PKK dan anggota Ketua BUMdes Rejosari dan anggota, Kelompok Tani dan peternak Ketua RT/RW.
Bertindak sebagai moderator Kasipem PLT Edy Purnomo mewakili Camat Bantur Bayu Jatmiko S.STP dan menyampaikan pemaparan potensi desa Rejosari dan dilanjutkan narasumber pertama Anggota DPRD Kabupaten Malang Fathur Rohman S.Pd.i Fraksi PDIP Komisi 3,dan dilanjutkan narasumber Hj.Masfufah,S.Pd Fraksi PKB Komisi II, H.Abdulloh Satar Fraksi PKB Komisi III dan Muchammad Hafidz Fraksi PDIP Komisi 1V.
“Perubahan jaman perlu di antisipasi ,dan lahan tidak produktif di harapkan menjadi lahan produktif ,”ungkap Fathur Rohman
“Memanfaatkan potensi Porang dan desa harus punya ide dan gali potensi yang ada di desa ,bisa ajukan untuk ketahanan pangan bisa peternakan,pertanian , dan harus mengerti apa kepentingan pangan,dan pengelolaannya juga warga masyarakat juga banyak butuh bantuan POKIR bisa di alihkan ke peternakan dan pertanian dan pendidikan , pengelolaan tanah dan irigasi ungkap Hj.Masfufah,S.Pd
“Tanah kita subur dan harus dikelola dengan baik jangan sampai impor dan problem pertama alih fungsi lahan, tetapi di sini desa Rejosari lahan kering ,karena situasi keadaan kondisi dan kedua karena pertumbuhan penduduk karena tidak seimbang dengan ketahanan pangan ketiga berkurangnya jumlah petani dan nelayan contoh cari buruh tani sekarang sulit dan kita harus perhatian kepada infrastruktur ,” H.Abdulloh Satar S.E,M.M
Acara berlangsung lancar dan di akhiri dengan dialog antara narasumber dengan para peserta FGD yang hadir.
Surya Dharma
Krisnanewstvcom
