Desa Rejosari Bantur Berbenah Jadi Desa Modern, “Guyup Rukun” Tetap Jadi Napas Utama
MALANG, Krisnanewstv.com –
Bagi warga Desa Rejosari, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang, Jawa Timur, yang kini merantau ke luar daerah, perkembangan kampung halaman mereka tentu menjadi rasa penasaran tersendiri. Kini, Desa Rejosari perlahan menjelma menjadi desa maju dengan standar pelayanan publik yang tak kalah dengan wilayah perkotaan.
Hal tersebut terlihat saat awak media melintas di wilayah Desa Rejosari pada Sabtu (23/05/2026). Nuansa perubahan langsung terasa dari wajah Balai Desa yang kini lebih representatif, dipadukan dengan jargon khas “Guyup Rukun” yang terus digaungkan dalam setiap pelayanan kepada masyarakat.
Pemerintahan desa kini berjalan lebih cepat, transparan, dan mulai terdigitalisasi. Warga mendapatkan kemudahan dalam mengakses berbagai fasilitas umum, mulai dari sarana pendidikan, posyandu aktif, hingga pemenuhan kebutuhan sanitasi dan pipanisasi air bersih yang semakin tertata.
Infrastruktur Semakin Mumpuni
Perubahan besar juga tampak dari sisi pembangunan infrastruktur. Jalan desa yang dahulu menjadi kendala mobilitas masyarakat kini sebagian besar telah diaspal dan dibeton, menghubungkan antar dusun dengan akses yang jauh lebih baik.
Terlebih lagi dengan meningkatnya status jalur menuju kawasan wisata Malang Selatan yang terus diarahkan menjadi jalur nasional, membuat mobilitas warga dan geliat ekonomi semakin cepat berkembang layaknya denyut jalan protokol di perkotaan, meskipun di beberapa titik pelosok masih membutuhkan perhatian lanjutan.
UMKM dan Potensi Alam Mulai Menembus Pasar Luas
Tak hanya pembangunan fisik, geliat ekonomi kreatif masyarakat Rejosari juga mulai menunjukkan perkembangan positif. Potensi alam yang melimpah kini tidak lagi dijual dalam bentuk mentah.
Melalui pendampingan mahasiswa dan akademisi, warga mulai melakukan berbagai inovasi produk olahan pertanian hingga kuliner lokal bernilai ekonomis tinggi. Salah satu komoditas unggulan yang terus berkembang adalah porang beserta produk turunannya.
Dengan dukungan teknologi digital, pemasaran produk UMKM Desa Rejosari kini mulai menembus pasar yang lebih luas dan membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat desa.
Lingkungan Asri dan Konsep Desa Berkelanjutan
Desa Rejosari juga mulai mengadopsi konsep pembangunan ramah lingkungan dan pengembangan desa wisata lokal. Ruang terbuka yang sebelumnya kurang dimanfaatkan kini disulap menjadi kawasan rekreasi yang asri, nyaman, dan menarik bagi masyarakat segala usia.
Keberadaan KDKMP Desa Rejosari yang berada di sekitar Lapangan Rejosari pun turut mendapat perhatian pemerintah desa dengan penyediaan fasilitas parkir yang lebih layak demi menunjang aktivitas masyarakat.
“Kami Hanya Pelayan Masyarakat”
Yuyus selaku Sekretaris Desa Rejosari mewakili Kepala Desa Juri menyampaikan bahwa pemerintah desa terus berupaya memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat melalui kolaborasi bersama berbagai elemen warga.
“Kami berusaha bagaimana wilayah kami menjadi lebih baik, baik dari segi pelayanan maupun kebutuhan lain yang dibutuhkan warga. Karena kami hanya sebagai pelayan masyarakat, tentu berusaha memberikan yang terbaik dengan kolaborasi bersama berbagai elemen masyarakat,” ujarnya.
Guyup Rukun Tetap Jadi Identitas
Meski terus berkembang menuju desa modern, Rejosari tetap menjaga jati dirinya. Semangat gotong royong dan kerukunan antarwarga masih menjadi pilar utama kehidupan sosial masyarakat.
Berbagai kegiatan seperti karnaval desa, kegiatan keagamaan, hingga kerja bakti rutin menjadi bukti bahwa modernisasi tidak menghilangkan nilai kebersamaan yang selama ini mengakar kuat.
Perubahan Desa Rejosari menjadi bukti nyata bahwa kemajuan tidak harus mengorbankan keharmonisan sosial. Desa ini berhasil memadukan modernitas fasilitas dengan kearifan lokal, menciptakan kualitas hidup yang lebih baik bagi seluruh masyarakatnya.
(Suryadi)
