Camat Bululawang Ulurkan Tangan, Beri Harapan Baru bagi Khusnul Khotimah yang Berjuang Melawan Tumor Ganas

Malang, 28 Oktober 2025 – Kisah pilu Khusnul Khotimah, seorang ibu rumah tangga dari Desa Wandanpuro, Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang, telah menyentuh hati banyak pihak. Khusnul, yang menderita tumor ganas berukuran 30 sentimeter, sempat mengalami masa-masa sulit hingga tiga kali mencoba mengakhiri hidupnya. Namun, harapan baru kini muncul berkat respons cepat dan kepedulian dari Camat Bululawang, Hanindyo Daryawan P., S.STP., M.A.P.
Kisah Khusnul bermula ketika Suryadi, Koordinator Wilayah Krisnanewstv, melaporkan kondisi Khusnul kepada Camat Hanindyo pada Senin, 27 Oktober 2025, sekitar pukul 14.00 WIB. Camat Hanindyo dengan sigap merespons laporan tersebut. “Begitu saya dapat informasi, saya langsung meminta data lengkap dan mengarahkan agar segera dilakukan penanganan. Warga yang sakit dan kesulitan seperti ini tidak boleh dibiarkan sendirian,” tegas Hanindyo. Ia pun segera menginstruksikan tim pendamping sosial untuk terjun langsung ke lapangan.
Khusnul menceritakan bahwa penyakitnya mulai dirasakan sejak tahun 2012, dan pada tahun 2015 ia didiagnosis menderita kista. Namun, karena keterbatasan ekonomi dan tidak memiliki BPJS, ia tidak dapat memperoleh perawatan yang optimal. Setelah mengurus BPJS Mandiri, barulah tiga bulan terakhir ia dapat menjalani pemeriksaan di RS Soepraoen, yang kemudian mengonfirmasi adanya tumor berukuran 30 cm dan memerlukan tindakan operasi segera. “Sekarang saya masih menunggu jadwal operasi. Dulu saya sampai tidak kuat dan sempat ingin menyerah. Tapi Allah masih memberi saya kesempatan untuk kuat dan berjuang,” ujar Khusnul dengan nada haru.
Selain berjuang melawan penyakitnya, Khusnul juga menghadapi masalah keluarga. Ia sempat berselisih dengan suami pertamanya dan kini tinggal di rumah seorang teman. Tekanan batin dan ekonomi yang berat inilah yang mendorongnya untuk beberapa kali mencoba mengakhiri hidup, bahkan di Jembatan Kali Talang. “Tiga kali saya hampir bunuh diri. Tapi selalu ada yang menggagalkan niat saya, entah bagaimana. Mungkin itu hidayah dari Allah,” ungkapnya dengan mata berkaca-kaca.
Menanggapi laporan dari media, pendamping sosial Kecamatan Bululawang segera mengunjungi rumah kontrakan Khusnul pada Senin malam, sekitar pukul 19.30 WIB. Mereka memastikan kondisi kesehatan Khusnul dan kebutuhan medisnya. Pendamping sosial juga menjanjikan bantuan rujukan ke RSUD Kanjuruhan jika terdapat kendala administrasi di RS Soepraoen.
Langkah cepat dan penuh empati yang ditunjukkan oleh Camat Hanindyo ini adalah bukti nyata kehadiran pemerintah di tengah masyarakat, terutama bagi warga yang membutuhkan uluran tangan. Pada hari ini, Selasa, 28 Oktober 2025, Khusnul dijadwalkan menjalani pemeriksaan lanjutan di RS Soepraoen, didampingi oleh kerabat dan rekan media.
pewarta Suryadi
