Jembatan Gantung Cinta Druju–Kemulan Rusak Diterjang Banjir, Warga Berharap Pemkab Malang Segera Turun Tangan

MALANG (Krisnanewstv.com) – Kerusakan Jembatan Gantung Cinta Druju–Kemulan menjadi perhatian warga di wilayah Kecamatan Sumbermanjing Wetan dan Kecamatan Turen, Kabupaten Malang. Jembatan yang selama ini menjadi penghubung aktivitas masyarakat tersebut mengalami kerusakan setelah diterjang derasnya arus sungai pascabanjir.

Kondisi jembatan yang menghubungkan Dusun Gombloh, Desa Druju, dengan Desa Kemulan itu kini memprihatinkan. Sejumlah bagian mengalami kerusakan dan keretakan sehingga menimbulkan kekhawatiran terhadap keselamatan warga yang biasa melintas.

Pantauan pada Jumat (6/11/2026), sejumlah pemuda dan warga Kramat terlihat bergotong royong melakukan perbaikan sementara secara sederhana. Upaya tersebut dilakukan agar akses masyarakat dapat kembali digunakan, meskipun kondisi jembatan masih membutuhkan penanganan lebih lanjut.

Bagi masyarakat setempat, jembatan ini bukan sekadar bangunan penghubung. Selama bertahun-tahun, keberadaannya menjadi bagian penting dari kehidupan sehari-hari, mulai dari aktivitas anak-anak menuju sekolah, petani mengangkut hasil bumi, hingga warga yang membutuhkan akses menuju fasilitas kesehatan dan kegiatan ekonomi.

Kerusakan jembatan membuat perjalanan masyarakat menjadi lebih sulit. Warga harus mencari jalur alternatif dengan jarak tempuh yang lebih jauh, sehingga membutuhkan tambahan waktu, tenaga, dan biaya.

Di tengah keterbatasan tersebut, semangat gotong royong warga patut diapresiasi. Namun, perbaikan sederhana yang dilakukan masyarakat tentu belum dapat menggantikan kebutuhan penanganan teknis terhadap struktur jembatan yang mengalami kerusakan.

Warga berharap Pemerintah Kabupaten Malang melalui dinas terkait segera melakukan peninjauan langsung untuk memastikan tingkat kerusakan sekaligus menentukan langkah penanganan yang tepat.

Harapan masyarakat bukan semata-mata agar jembatan kembali bisa dilewati, tetapi juga agar keselamatan pengguna jalan benar-benar menjadi prioritas.

“Jembatan ini sangat berarti bagi kehidupan masyarakat. Anak-anak menggunakannya untuk berangkat sekolah, petani membawa hasil panen, dan warga memanfaatkannya untuk berbagai kebutuhan sehari-hari. Kami khawatir jika kondisinya terus dibiarkan, keselamatan masyarakat bisa terancam,” ungkap seorang warga yang enggan disebutkan namanya.

Masyarakat berharap ada penanganan darurat secepatnya sembari menunggu proses perbaikan menyeluruh. Bahkan, warga berharap ke depan jembatan gantung tersebut dapat dibangun menjadi jembatan permanen yang lebih kuat, aman, dan mampu menunjang kebutuhan masyarakat dalam jangka panjang.

Persoalan ini menjadi pengingat bahwa infrastruktur penghubung antardesa memiliki peran besar dalam menunjang kehidupan masyarakat. Ketika satu jembatan mengalami kerusakan, dampaknya bukan hanya pada akses perjalanan, melainkan juga pendidikan, perekonomian, pertanian, dan pelayanan sosial.

Kini, masyarakat menaruh harapan kepada Pemkab Malang agar kondisi Jembatan Gantung Cinta Druju–Kemulan segera mendapatkan perhatian dan penanganan nyata.

Jangan sampai warga harus terus menanggung sulitnya akses akibat jembatan yang rusak, sementara keselamatan menjadi taruhan setiap kali mereka hendak beraktivitas.

(Surya)