Peneliti UM Kembangkan Platform AI “Dolanan Jawa”, Mampu Koreksi Tulisan Aksara Jawa Siswa Secara Real-Time

Krisnanewstv.com MALANG, 23 Juli 2026 – Di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital dan semakin berkurangnya literasi budaya di kalangan generasi muda, tim peneliti Universitas Negeri Malang (UM) menghadirkan inovasi pembelajaran berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) melalui platform “Dolanan Jawa”.
Platform ini mampu mengoreksi tulisan tangan aksara Jawa siswa sekolah dasar secara otomatis dan real-time menggunakan teknologi Deep Learning.
Riset yang didanai melalui skema Penelitian Kelompok Bidang Keahlian (KBK) Pendanaan Internal UM (Non-APBN) Tahun 2026 ini diketuai oleh Rika Mellyaning Khoiriya, M.Pd., dosen Program Studi PGSD Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) UM. Tim peneliti juga beranggotakan Prof. Dr. Alif Mudiono, M.Pd. dan Dr. Hj. Titik Harsiati, M.Pd., serta melibatkan peneliti internasional Norazrena binti Abu Samah dari Universiti Teknologi Malaysia. Tiga mahasiswa PGSD FIP UM, yakni Ikhwan Ardhiansyah, Aureal Sheva Vinardi, dan Dewi Sekar Sari, turut berkontribusi dalam pengembangan teknologi berbasis Augmented Reality (AR). Uji coba penelitian dilaksanakan bekerja sama dengan SDN Lowokwaru 5 Kota Malang.
Selama ini, pembelajaran aksara Jawa di sekolah dasar menghadapi berbagai tantangan, mulai dari rendahnya minat siswa karena bentuk huruf yang kompleks hingga proses penilaian yang masih dilakukan secara manual oleh guru. Kondisi tersebut mendorong tim peneliti untuk menghadirkan solusi yang memadukan teknologi modern dengan pelestarian budaya lokal.
Platform “Dolanan Jawa” menggabungkan konsep permainan tradisional Jawa dengan teknologi AI menggunakan arsitektur Convolutional Neural Networks (CNN) dan metode Transfer Learning ResNet-50. Sistem ini mampu mengenali pola tulisan tangan siswa, kemudian memberikan koreksi serta umpan balik secara langsung.
“Sistem koreksi otomatis berbasis deep learning memberikan umpan balik korektif secara real-time terhadap tulisan tangan aksara Jawa siswa. Ini mempercepat siklus latihan, mendorong self-regulated learning, sekaligus menurunkan beban koreksi manual guru,” tulis tim peneliti dalam laporannya.
Hasil uji coba terhadap 25 siswa kelas V SDN Lowokwaru 5 Kota Malang menunjukkan hasil yang sangat menggembirakan.
Model AI yang dilatih menggunakan 2.400 sampel tulisan tangan asli siswa berhasil mencapai akurasi 93,2 persen, dengan precision 92,7 persen dan F1-Score 92,2 persen.
Dari sisi kualitas pembelajaran, platform ini juga memperoleh penilaian sangat baik dari para ahli bahasa Jawa dan teknologi pendidikan. Skor validasi berada pada rentang 3,5 hingga 3,9 dari skala maksimal 4,0, meliputi kesesuaian tujuan pembelajaran (3,9), relevansi budaya lokal (3,8), kejelasan bahasa (3,7), dan aspek teknis antarmuka pengguna (3,5).
Kepala SDN Lowokwaru 5 Kota Malang, Ruri Patrarini Purwendyah, S.E., S.Pd., menyampaikan apresiasinya terhadap inovasi tersebut.
“Kami sangat mengapresiasi dan bangga atas terpilihnya SDN Lowokwaru 5 Kota Malang sebagai mitra utama dalam pengembangan platform ‘Dolanan Jawa’ oleh tim peneliti UM.
Inovasi kecerdasan buatan ini terbukti mampu menjembatani pembelajaran muatan lokal yang berakar pada tradisi dengan kemajuan teknologi modern.

Platform ini tidak hanya membantu meningkatkan pencapaian akademik dan keterlibatan siswa, tetapi juga menjadi modal berharga bagi sekolah dalam merawat dan membumikan kembali literasi aksara Jawa secara interaktif dan berkelanjutan di era digital.”
Antusiasme juga datang dari para siswa.
Salah seorang peserta uji coba mengaku senang karena dapat mengetahui kesalahan tulisannya secara langsung.
“Keren banget karena pas aku nulis di layar, komputernya bisa langsung tahu kalau tulisan aksara Jawa-ku ada yang salah atau kurang pas.
Jadi aku bisa langsung benerin sendiri saat itu juga tanpa harus nunggu dikoreksi.”
Ke depan, tim peneliti Universitas Negeri Malang akan melanjutkan pengembangan platform melalui proses pendaftaran Hak Kekayaan Intelektual (HKI), publikasi hasil penelitian pada jurnal nasional terakreditasi, serta penyempurnaan algoritma agar semakin adaptif terhadap berbagai kondisi pencahayaan saat proses pengambilan gambar tulisan tangan.
Inovasi “Dolanan Jawa” menjadi bukti bahwa kecerdasan buatan dapat dimanfaatkan tidak hanya untuk kemajuan teknologi, tetapi juga sebagai sarana pelestarian budaya.
Keberhasilan platform ini membuka peluang untuk diterapkan pada berbagai aksara daerah lain di Indonesia, seperti aksara Bali, Sunda, hingga Bugis, sehingga warisan budaya bangsa tetap lestari di era digital.
Arifpin
