Mahasiswa Keperawatan WGH Hadirkan Layanan Kesehatan Terpadu di Desa Sumber Bening
MALANG, Krisnanewstv.com – Komitmen perguruan tinggi dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) kembali diwujudkan melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang digelar Program Studi Pendidikan Ners STIKES Widyagama Husada (WGH) Malang di Pondok Pesantren Daarus Salam, Desa Sumber Bening, Kabupaten Malang, Sabtu (20/6/2026).
Kegiatan ini melibatkan mahasiswa keperawatan, dosen, tenaga kesehatan, organisasi kemasyarakatan, serta masyarakat setempat. Program pengabdian tersebut berfokus pada SDGs tujuan ke-3 tentang kehidupan sehat dan sejahtera, tujuan ke-4 tentang pendidikan berkualitas, serta tujuan ke-17 mengenai kemitraan untuk mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan.
Dipimpin oleh dosen keperawatan Ahmad Guntur Alfianto, kegiatan menghadirkan berbagai layanan kesehatan terpadu, mulai dari skrining kesehatan, promosi kesehatan penyakit tidak menular (PTM), donor darah, hingga edukasi pemanfaatan pengobatan tradisional berbasis kearifan lokal.
Dalam layanan skrining kesehatan, masyarakat mendapatkan pemeriksaan tekanan darah, kadar gula darah, indeks massa tubuh (IMT), serta konsultasi mengenai risiko penyakit seperti hipertensi, diabetes melitus, dan penyakit kardiovaskular. Langkah ini dinilai penting sebagai upaya deteksi dini di tengah meningkatnya kasus penyakit tidak menular di masyarakat.
Selain pemeriksaan kesehatan, mahasiswa juga memberikan edukasi interaktif mengenai pola hidup sehat, pentingnya aktivitas fisik, pengelolaan stres, serta penerapan gizi seimbang dalam kehidupan sehari-hari. Antusiasme warga terlihat dari tingginya partisipasi dalam setiap sesi penyuluhan maupun konsultasi kesehatan.
Ahmad Guntur Alfianto menjelaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya berorientasi pada pelayanan kesehatan, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran langsung bagi mahasiswa.
“Mahasiswa perlu belajar langsung dari masyarakat agar mampu memahami kebutuhan kesehatan secara holistik. Ini penting untuk membentuk lulusan yang kompeten dan memiliki kepedulian sosial yang tinggi,” ujarnya.
Kegiatan tersebut juga mendukung Indikator Kinerja Utama (IKU) perguruan tinggi, khususnya pembelajaran di luar kampus. Melalui program ini, mahasiswa dapat mengaplikasikan ilmu yang telah dipelajari sekaligus mengasah kemampuan komunikasi, kepemimpinan, dan kolaborasi lintas sektor.
Program donor darah menjadi salah satu agenda yang mendapat perhatian besar dari masyarakat. Selain membantu menjaga ketersediaan stok darah, kegiatan ini juga meningkatkan kesadaran warga tentang pentingnya donor darah sebagai bentuk kepedulian sosial dan kemanusiaan.
Kolaborasi semakin diperkuat melalui keterlibatan Banser Husada yang memberikan edukasi dan konsultasi mengenai pengobatan tradisional, seperti terapi pijat dan refleksi. Pendekatan ini mengedepankan integrasi antara kearifan lokal dengan layanan kesehatan modern secara aman, tepat, dan bertanggung jawab.
Sinergi antara STIKES Widyagama Husada Malang, Pondok Pesantren Daarus Salam, Banser Husada, dan masyarakat setempat menjadi contoh nyata implementasi SDGs tujuan ke-17, yaitu membangun kemitraan yang kuat dalam mendukung pembangunan berkelanjutan.
Pimpinan pondok pesantren dan tokoh masyarakat setempat memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut karena dinilai memberikan manfaat langsung bagi warga sekaligus meningkatkan literasi kesehatan masyarakat.
Tingginya partisipasi masyarakat dalam seluruh rangkaian kegiatan menjadi indikator keberhasilan program. Ke depan, warga berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan guna mewujudkan desa yang sehat, produktif, dan berdaya.
Melalui integrasi pendidikan, pelayanan kesehatan, dan kolaborasi lintas sektor, STIKES Widyagama Husada Malang kembali menegaskan perannya sebagai agen perubahan dalam mendukung terwujudnya pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.
(Arifpin)
