Diskusi Kebangsaan PMKRI Sumut–NAD Teguhkan Komitmen Mahasiswa Jaga Nilai Pancasila

 

Medan Krisnanewstv.com- Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Komisariat Daerah Sumatera Utara–Aceh (Sumut–NAD) menggelar diskusi kebangsaan bertajuk “Implementasi Nilai-Nilai Pancasila dalam Rangka Mewujudkan Persatuan dan Kesatuan Guna Terciptanya Situasi Kamtibmas yang Aman dan Kondusif”, Sabtu (7/3/2026).

 

Kegiatan ini dihadiri puluhan kader PMKRI Sumut dan menjadi momentum penting untuk meneguhkan kembali komitmen mahasiswa dalam memperkuat semangat kebangsaan, memperkokoh persatuan, serta mengaktualisasikan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat.

 

Ketua PMKRI Komisariat Daerah Sumut–NAD, Sintong Sinaga, dalam pemaparannya menegaskan bahwa di tengah dinamika sosial dan berbagai tantangan kebangsaan yang terus berkembang, penguatan nilai-nilai Pancasila menjadi sangat penting untuk menjaga keutuhan bangsa.

 

Menurutnya, nilai persatuan, toleransi, serta semangat gotong royong harus terus ditanamkan dalam kehidupan masyarakat agar tercipta keharmonisan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

 

“Peran generasi muda, khususnya mahasiswa, sangat strategis dalam menjaga dan merawat nilai-nilai kebangsaan. Mahasiswa harus mampu menjadi agen perubahan yang tidak hanya kritis terhadap berbagai persoalan sosial, tetapi juga mampu menghadirkan solusi konstruktif bagi masyarakat,” ujar Sintong.

 

Ia juga menegaskan bahwa persoalan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat kepolisian semata. Seluruh elemen masyarakat memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas keamanan di lingkungan masing-masing.

 

“Menjaga kamtibmas bukan hanya tugas kepolisian. Ini adalah tanggung jawab bersama. Mahasiswa memiliki peran penting dalam menyampaikan pesan kepada masyarakat bahwa menjaga keamanan adalah kerja kolektif yang membutuhkan partisipasi semua pihak,” ungkapnya.

 

Dalam kesempatan tersebut, Sintong juga menyoroti situasi geopolitik global yang tengah memanas, khususnya konflik yang terjadi antara Amerika Serikat dan Iran. Ia mengingatkan agar masyarakat, termasuk mahasiswa, menyikapi isu-isu global secara bijak dan tidak mudah terprovokasi oleh narasi yang dapat memecah belah bangsa.

 

“Perang yang terjadi di dunia saat ini bukanlah konflik agama, melainkan konflik kemanusiaan. Jangan sampai isu-isu global tersebut masuk ke Indonesia dan memicu konflik berbasis agama. Ini menjadi tanggung jawab kita bersama untuk terus mengedukasi masyarakat,” tegasnya.

 

Melalui diskusi kebangsaan ini, PMKRI Sumut–NAD berharap para mahasiswa semakin memperkuat komitmen dalam menjaga nilai-nilai Pancasila, mempererat persatuan, serta berperan aktif dalam menciptakan situasi kamtibmas yang aman, damai, dan kondusif di tengah masyarakat.

 

(Tim)