PN Tuban Disorot: Publik Gelar Aksi Tuntut Transparansi Hukum, Massa Desak Evaluasi PN dan Kajari Tuban

TUBAN krisnanewstv com – Keputusan Pengadilan Negeri (PN) Tuban yang membebaskan terdakwa kasus kekerasan terhadap anak memicu gelombang kekecewaan publik. Putusan ini dinilai mencederai rasa keadilan, melemahkan supremasi hukum, sekaligus meruntuhkan kepercayaan masyarakat terhadap lembaga peradilan.
Puluhan massa dari Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Generasi Masyarakat Adil Sejahtera (GMAS) Tuban menggelar aksi di depan PN Tuban, Rabu (10/9/2025). Mereka menyatakan kondisi ini sebagai “darurat keadilan”.
Ketua GMAS Tuban, Jatmiko, menegaskan pihaknya tidak akan berhenti memperjuangkan keadilan. Bahkan, mereka berencana mendirikan posko di depan PN Tuban hingga tuntutan dipenuhi. “Kami tidak akan diam. Posko ini akan bertahan, dan aksi lanjutan dengan massa lebih besar pasti kami lakukan,” tegasnya.

Dalam aksi tersebut, massa menyampaikan sejumlah tuntutan, di antaranya:
- Pemecatan dan proses hukum terhadap hakim yang memutus bebas terdakwa.
- Pencopotan Ketua dan Wakil Ketua PN Tuban karena dianggap gagal menegakkan disiplin.
- Pemeriksaan putusan Nomor 108/Pid.Sus/2025/PN.Tbn oleh Badan Pengawas MA RI.
- Penyelidikan independen terhadap indikasi penyimpangan hukum dalam kasus ini.
- Evaluasi kinerja Kejaksaan Negeri Tuban oleh Kejaksaan Agung.
- Evaluasi kinerja Dinas Sosial P3A Tuban dan pemulihan hak-hak korban kekerasan.
- Mendesak lembaga negara seperti Komisi Yudisial, Komnas HAM, Mahkamah Agung, dan DPR RI untuk turun tangan melakukan investigasi.
- Penahanan kembali terdakwa yang sebelumnya divonis bebas.
GMAS menilai, diamnya pejabat terkait yang enggan menemui massa aksi semakin menguatkan dugaan adanya penyimpangan. “Seharusnya Ketua PN, Kajari, berani hadir. Sikap diam ini hanya memperkuat dugaan adanya jual beli pasal,” tambah Jatmiko.

Aksi ini bukan untuk melawan hukum, melainkan melawan praktik hukum yang menyimpang. Keadilan adalah hak seluruh warga negara, bukan hak eksklusif segelintir orang. Suara Tuban hari ini adalah pengingat bahwa integritas hukum harus dijunjung tinggi demi menjaga kepercayaan publik.(yns)
