Sukses Bantur Nyawiji Carnival 2026, Kades Nanang Kosim Sampaikan Terima Kasih kepada Seluruh Warga
MALANG – Kesuksesan Bantur Nyawiji Carnival 2026 masih menyisakan kesan mendalam bagi masyarakat Desa Bantur, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang. Di balik kemeriahan karnaval yang menyedot perhatian ribuan penonton tersebut, terdapat semangat kebersamaan, gotong royong, dan partisipasi masyarakat yang menjadi kekuatan utama terselenggaranya acara.
Kepala Desa Bantur, Nanang Kosim, menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh masyarakat yang telah berpartisipasi menyukseskan Bantur Nyawiji Carnival 2026.
Dalam keterangannya pada Jumat (30/10/2026), Nanang mengaku bangga sekaligus terharu melihat antusiasme dan totalitas warga dalam menyemarakkan kegiatan dua tahunan tersebut.
Menurutnya, keberhasilan acara bukan semata-mata diukur dari kemeriahan parade budaya, tetapi juga dari kuatnya sinergi antara pemerintah desa, panitia, aparat keamanan TNI-Polri, serta seluruh elemen masyarakat.
“Atas nama Pemerintah Desa Bantur, saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat Desa Bantur yang telah berpartisipasi dan memberikan dukungan penuh sehingga Bantur Nyawiji Carnival 2026 dapat berjalan sukses, lancar, dan meriah,” ungkap Nanang.
Ia menegaskan, partisipasi masyarakat menjadi bukti bahwa semangat kebersamaan masih tumbuh kuat di tengah kehidupan warga Desa Bantur.
Bantur Nyawiji Carnival 2026 sendiri digelar dalam rangka memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Kegiatan tersebut menampilkan beragam kreativitas seni, busana adat, dan parade budaya yang melibatkan puluhan peserta dari berbagai dusun.
Sebanyak 24 peserta umum turut memeriahkan rangkaian karnaval dengan mengambil rute mulai dari depan TPU hingga SMPN 1 Bantur. Sepanjang jalur utama desa, masyarakat tampak antusias menyaksikan berbagai penampilan yang disuguhkan peserta.
Nanang juga menyampaikan terima kasih kepada panitia penyelenggara dan jajaran keamanan yang telah bekerja sama menjaga ketertiban serta kondusivitas selama kegiatan berlangsung.
Melalui filosofi “Nyawiji” yang berarti bersatu, ia berharap semangat persatuan, kerukunan, dan gotong royong tidak hanya hadir ketika ada kegiatan karnaval, tetapi terus menjadi bagian dari kehidupan masyarakat sehari-hari.
“Semoga kebersamaan seperti ini terus terjaga. Bantur akan semakin maju apabila pemerintah desa dan masyarakat selalu berjalan bersama,” harapnya.
Kesuksesan Bantur Nyawiji Carnival 2026 menjadi gambaran bahwa kekuatan sebuah desa tidak hanya terletak pada pembangunan fisik, tetapi juga pada kekompakan dan kepedulian masyarakatnya.
(Suryadi/Krisnanewstv.com)
