Sosialisasi Produk Hukum Dody Yustiawan Jadi Ruang Aspirasi, Keluhan Pendidikan hingga Full Day School Mengemuka
KEDIRI, Krisnanewstv.com — Minggu, 20 September 2026 — Sosialisasi produk hukum yang digelar Anggota DPRD Kota Kediri dari Partai NasDem, Dody Yustiawan, tidak sekadar menjadi agenda penyampaian informasi hukum. Forum tersebut juga berkembang menjadi ruang dialog masyarakat untuk menyampaikan berbagai persoalan yang mereka hadapi, terutama terkait dunia pendidikan.
Kegiatan yang berlangsung di Balai Kelurahan Setonopande, Kota Kediri, itu diikuti Dewan Pimpinan Ranting se-Kecamatan Kota Kediri. Sejumlah aspirasi dari peserta menjadi bahan pembahasan, termasuk keluhan orang tua atau wali murid mengenai berbagai kebutuhan pendidikan yang dinilai masih menjadi beban bagi keluarga.
Persoalan yang disampaikan antara lain berkaitan dengan paguyuban, komite sekolah, kegiatan sekolah, hingga kebutuhan pendidikan lainnya. Para wali murid berharap persoalan tersebut dapat dikomunikasikan secara terbuka dengan Dinas Pendidikan Kota Kediri, sehingga tidak menimbulkan kesalahpahaman antara pihak sekolah dan orang tua.
Aspirasi lain yang cukup mendapat perhatian adalah penerapan sistem sekolah lima hari atau full day school. Sejumlah peserta menyampaikan adanya tanggapan beragam dari wali murid, terutama menyangkut waktu belajar anak, pola pengasuhan keluarga, serta aktivitas anak di luar sekolah.
Keluhan tersebut kemudian menjadi bagian dari dialog bersama anggota DPRD dan pihak Dinas Pendidikan Kota Kediri. Forum ini sekaligus menjadi ruang untuk mempertemukan suara masyarakat dengan lembaga pendidikan, pemerintah daerah, dan wakil rakyat.
Bagi orang tua, persoalan pendidikan bukan hanya mengenai kegiatan belajar-mengajar di ruang kelas. Kebijakan pendidikan juga bersinggungan langsung dengan waktu keluarga, kemampuan orang tua memenuhi kebutuhan sekolah, serta tumbuh kembang anak. Karena itu, komunikasi antara sekolah, wali murid, pemerintah dan DPRD dinilai penting agar setiap kebijakan dapat dipahami dan disikapi melalui jalur yang tepat.

Orientasi Politik Bahas Peran Generasi Muda
Usai sosialisasi produk hukum, kegiatan dilanjutkan dengan agenda orientasi politik bagi Dewan Pimpinan Ranting se-Kecamatan Kota Kediri.
Dalam agenda tersebut hadir Dody Yustiawan sebagai perwakilan DPRD Kota Kediri serta Khusnul Arif, S.Sos., anggota Fraksi Partai NasDem DPRD Provinsi Jawa Timur.
Orientasi politik membahas pentingnya pemahaman terhadap proses politik, fungsi lembaga perwakilan, serta keterlibatan generasi muda dalam kehidupan demokrasi.
Peserta juga mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya kader dan generasi muda menjaga komunikasi, memahami persoalan masyarakat, serta menjaga nama baik organisasi. Generasi muda diharapkan tidak hanya menjadi bagian dari kegiatan organisasi, tetapi juga mampu memahami dinamika sosial dan politik di lingkungan masyarakat.
Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan pembagian doorprize oleh Dody Yustiawan kepada peserta berdasarkan nomor urut undangan. Suasana pun berlangsung lebih cair dan guyub hingga kegiatan berakhir.
Melalui kegiatan tersebut, masyarakat mendapatkan ruang untuk menyampaikan aspirasi secara langsung, sementara sosialisasi produk hukum menjadi sarana untuk memperkuat pemahaman mengenai hukum, pemerintahan dan kehidupan demokrasi.
Adapun berbagai persoalan pendidikan yang disampaikan wali murid menjadi aspirasi yang dapat diteruskan melalui fungsi representasi anggota DPRD, sehingga diharapkan tidak berhenti sebatas forum diskusi, tetapi dapat menjadi bahan komunikasi dengan pihak terkait.
PESAN/HIMBAUAN
Masyarakat, khususnya generasi muda, diharapkan terus meningkatkan pemahaman mengenai pendidikan, hukum dan politik secara objektif. Penyampaian aspirasi secara terbuka, santun dan konstruktif menjadi bagian penting dalam membangun komunikasi antara masyarakat, pemerintah dan lembaga perwakilan.
Dengan komunikasi yang baik, berbagai persoalan di tengah masyarakat diharapkan dapat dibahas melalui ruang dialog yang sehat demi terciptanya kehidupan masyarakat yang guyub, rukun dan demokratis.
Jurnalis: Agus Purwanto
