Program Salob di Jalan Karangsuko Dinilai Timbulkan Masalah Baru

Malang Krisnanewstv.com— Program Salob (Satu Lubang Satu Obat) dari Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Kabupaten Malang mendapat apresiasi sekaligus kritik dari warga. Meskipun dinilai mampu mengatasi kerusakan jalan berlubang, pelaksanaan program tersebut di Jalan Karangsuko, Dusun Karangsuko RT 29/RW 04 dan RT 30/RW 04, Desa Rejoyoso, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang, justru menuai keluhan karena dinilai menyelesaikan masalah namun memunculkan masalah baru.
Pantauan awak media pada Selasa (21/10/2025) sekitar pukul 12.30 WIB, kondisi jalan yang sebelumnya rusak parah memang sudah tampak lebih baik setelah ada perbaikan. Namun, di beberapa titik justru muncul genangan air, terutama saat turun hujan, padahal sebelumnya area tersebut tidak pernah tergenang.
Salah satu warga setempat, Mas Roy, menuturkan bahwa proses pengerjaan awal sempat disaksikan oleh pihak RT/RW dan Kepala Dusun (Kasun) Sunarko. Namun, hasilnya tidak sesuai dengan yang diharapkan warga.
“Waktu disurvei pertama, pekerja sempat menulis-nulis jalan dan kami tanya apakah akan diaspal, dijawab ‘ya’. Tapi ternyata hanya ditambal sekitar dua kilometer saja. Harusnya kalau diperbaiki ya sekalian, bukan setengah-setengah,” ujarnya.
Roy juga mengungkapkan bahwa sebelum ada program Salob, sejumlah pemilik truk yang sering melintas di jalur tersebut secara swadaya menguruk jalan rusak, bahkan dikerjakan langsung oleh sopir-sopir truk setempat.
Namun, setelah perbaikan dari program pemerintah, muncul persoalan baru berupa permukaan jalan yang tidak rata dan lebih tinggi dari sebelumnya, sehingga menimbulkan genangan air di beberapa titik.
“Dulu tidak pernah tergenang, sekarang malah tergenang karena jalan ditambal lebih tinggi dan tidak rapi. Kami harap kalau memperbaiki jalan jangan nanggung, sekalian bagus biar tidak ganggu pengguna jalan,” tambahnya.

Hal senada diungkapkan Hasan, warga lain yang melintas di lokasi. Ia menilai kualitas pekerjaan kurang maksimal.
“Baru seminggu diperbaiki sudah ada tekukan dan lubang kecil lagi. Masak pemerintah garap jalan kok setengah-setengah,” ujarnya dengan nada kesal.
Sementara itu, Kepala Desa Rejoyoso, H. Abdul Manaf, saat dikonfirmasi di kantor desa membenarkan bahwa pekerjaan tersebut merupakan program dari Dinas Bina Marga Kabupaten Malang.
“Itu program perbaikan jalan dari Bina Marga Kabupaten Malang. Silakan konfirmasi ke Pak Mahmud, UPTD Bina Marga Unit Pagak,” jelasnya.
Namun ketika dikonfirmasi, Mahmud, pelaksana lapangan dari UPTD Bina Marga Unit Pagak, hanya menanggapi singkat dan justru balik bertanya,
“Kok iso?”
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada klarifikasi resmi dari pihak Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Kabupaten Malang terkait hasil pelaksanaan program Salob di Jalan Karangsuko tersebut.
(Suryadi/Krisnanewstv.com)
