Polisi Ungkap Identitas Ibu Bayi Yang Ditemukan Di Ngaglik Blitar, Ternyata Anak Kandung Pelapor

Berita Krisnanewstv.com || BLITAR – Kasus penemuan bayi perempuan di depan pagar rumah warga di Desa Ngaglik, Kecamatan Srengat, Kabupaten Blitar, mulai menemui titik terang. Polisi mengungkap bahwa perempuan berinisial APH (21), yang diduga sebagai ibu sekaligus pihak yang meletakkan bayi tersebut, merupakan anak kandung dari PN (53), warga yang sebelumnya melaporkan penemuan bayi kepada kepolisian.
APH diketahui masih berstatus mahasiswi dan belum menikah. Identitasnya terungkap setelah Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Blitar Kota melakukan penyelidikan atas peristiwa yang menghebohkan warga setempat tersebut.
Kasi Humas Polres Blitar Kota AKP Samsul Anwar membenarkan bahwa perempuan yang diduga meletakkan bayi di depan rumah itu merupakan orang yang sebelumnya tercatat sebagai saksi dalam laporan penemuan bayi.
“Benar bahwa terduga pelaku pembuang bayi yang sebelumnya ditemukan di depan rumah warga di Desa Ngaglik adalah perempuan berinisial APH (21). Terduga pelaku tidak lain adalah saksi, dan juga anak kandung PN (53), yang melapor temuan bayi itu,” ujar Samsul.
Berdasarkan keterangan sementara yang disampaikan kepolisian, APH diduga sengaja meletakkan bayinya di depan pagar rumah agar keberadaannya diketahui oleh sang ibu. Ia berharap keluarganya bersedia menerima dan merawat bayi tersebut.
Samsul menjelaskan, keluarga APH sebelumnya tidak mengetahui bahwa perempuan itu sedang hamil. Kondisi tersebut diduga berkaitan dengan status APH yang belum menikah dan masih menempuh pendidikan sebagai mahasiswa.

Meski demikian, polisi belum menetapkan kesimpulan akhir mengenai motif maupun seluruh rangkaian kejadian. Penyidik masih perlu menggali keterangan lebih lanjut, termasuk mengenai proses persalinan serta lokasi bayi dilahirkan.
Saat ini, APH masih menjalani perawatan medis pascamelahirkan di RSUD Srengat. Kondisi tersebut membuat pemeriksaan mendalam terhadap yang bersangkutan belum dapat dilakukan. Kepolisian menunggu hingga kesehatannya membaik agar proses penyelidikan dapat dilanjutkan.
Dalam penanganan perkara ini, polisi telah mengamankan sejumlah barang yang diduga berkaitan dengan kejadian. Barang bukti tersebut meliputi gunting berwarna hijau, celana pendek berwarna biru, kaus hitam, handuk merah, serta kantong plastik berisi ari-ari yang ditemukan di sekitar lokasi.
Sebelumnya, warga Desa Ngaglik dikejutkan oleh penemuan bayi perempuan di depan pagar rumah pada Rabu (14/10/2026), sekitar pukul 23.15 WIB. Berdasarkan informasi awal, bayi ditemukan tanpa dibungkus kain, sedangkan kantong plastik berisi tali pusar berada di dekatnya.
Setelah menerima laporan, petugas kepolisian mendatangi lokasi untuk melakukan penanganan awal. Bayi tersebut kemudian dibawa ke RSUD Srengat guna mendapatkan pemeriksaan dan perawatan medis.
Kasatreskrim Polres Blitar Kota AKP Rudi Kuswoyo juga membenarkan adanya perkembangan dalam penyelidikan kasus tersebut. Namun, kepolisian masih mendalami berbagai aspek untuk memastikan kronologi secara utuh serta menentukan langkah hukum berdasarkan hasil pemeriksaan dan bukti yang diperoleh.
Hingga berita ini disusun, penyelidikan masih berlangsung. Polisi belum menyampaikan kesimpulan akhir mengenai motif dan seluruh detail kejadian karena pemeriksaan terhadap APH masih menunggu kondisi kesehatannya pulih.
Bagi perempuan yang menghadapi kehamilan dalam situasi sulit, segera cari bantuan tenaga kesehatan, keluarga tepercaya, atau layanan perlindungan sosial. Jika menemukan bayi yang membutuhkan pertolongan, segera hubungi petugas berwenang dan fasilitas kesehatan agar keselamatan bayi serta ibu dapat ditangani dengan tepat.
Jurnalis: Mohamad Yunus
