Polemik Dugaan Jual Beli Lahan dan Parkir di Depan Stadion Kanjuruhan Dibantah, Disebut Hanya Kerja Sama Usaha
MALANG, Krisnanewstv – Polemik dugaan praktik jual beli lahan untuk wahana permainan anak dan pengelolaan parkir di kawasan depan Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, belakangan menjadi perhatian publik. Namun isu tersebut dibantah oleh sejumlah pihak yang namanya disebut dalam persoalan itu, Jumat (29/5/2026).
Salah satu pihak berinisial DA menegaskan bahwa informasi yang beredar di masyarakat tidak sesuai dengan fakta yang diketahuinya. Ia juga membantah adanya perselisihan maupun cekcok dengan pihak juru parkir sebagaimana isu yang ramai diperbincangkan.
“Informasi itu tidak benar. Kronologi yang beredar terkait Kanjuruhan tersebut tidak pernah saya alami. Saya juga tidak pernah cekcok dengan tukang parkir,” ujar DA saat dikonfirmasi awak media.
DA menjelaskan bahwa posisinya dalam aktivitas usaha di kawasan tersebut hanya sebatas pendana atau pemodal dalam kerja sama usaha bersama pihak lain.
Menurutnya, tidak pernah ada transaksi ataupun akad jual beli lahan sebagaimana yang ditudingkan.
“Saya hanya sebagai pendana kepada Bu Sus dan Bu Pon. Tidak pernah ada akad jual beli lahan. Bentuknya hanya kerja sama bagi hasil dari penyewaan ATV dan trail mini,” jelasnya.
Pernyataan serupa juga disampaikan MK selaku pihak yang disebut mengetahui pengelolaan area di sekitar Stadion Kanjuruhan. Ia memastikan tidak ada praktik jual beli lahan karena lokasi tersebut merupakan aset milik pemerintah.
“Tidak pernah ada jual beli lahan seperti isu yang berkembang. Yang ada hanya bentuk kerja sama antara beberapa pihak terkait pengelolaan usaha. Kalau jual beli lahan jelas kami tidak berani, karena itu aset milik negara atau pemerintah daerah,” tegas MK.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pemerintah daerah terkait polemik yang berkembang di tengah masyarakat tersebut.
Pihak-pihak terkait berharap masyarakat tidak mudah terpancing informasi yang belum terverifikasi serta mengedepankan klarifikasi agar situasi tetap kondusif.
Mereka juga berharap aktivitas usaha masyarakat di kawasan Stadion Kanjuruhan dapat berjalan dengan baik tanpa menimbulkan kesalahpahaman di tengah publik. (team)
