Pemkab Malang Dorong Profesionalisasi Koperasi Lewat Program Koperasi Merah Putih
MALANG, krisnanewstv.com

Dalam program pemerintah,pemerintah Kabupaten Malang berkomitmen untuk mewujudkan masyarakat sejahtera dan mandiri berbasis perekonomian yang mapan dan.adaptif .inilah yang juga disebut sebagai penguatan klaster perekonomian dan kesejahteraan , sebuah pendekatan pembangunan untuk mendorobg ekonomi yang tidak hanya mengejar pertumbuhan, tetapi juga berkelanjutan dan ketangguhan sosial untuk mendorong perekonomian maju.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) dalam pengelolaan dan pengawasan koperasi desa dan kelurahan melalui program Koperasi Merah Putih.
Program koperasi kualitas SDM Koperasi Merah Putih dilakukan melalui pelatihan dan sertifikasi berbasis kompentesi yang meliputi manajemen keuangan,dan digitalisasi ,serta penguatan kapsitas melalui program Koperasi, kegiatan Bimtek Koperasi dilaksanakan di Desa Bantur Kecamatan Bantur.
“Kiat sukses ini menjadi inspirasi bagi peserta pelatihan untuk terus berinovasi dan tidak mudah menyerah menghadapi tantangan zaman. Pentingnya SDM berkualitas untuk koperasi ,selain berbagi kisah sukses, Umi kulsum menekankan pentingnya penguatan kapasitas pengurus dan pengawas koperasi. Menurutnya SDM yang berkualitas adalah kunci utama,” jelasnya.
Program pelatihan ini bertujuan mencetak pengurus dan pengawas koperasi yang kompeten dan bersertifikat nasional, guna memperkuat ekonomi desa. Kegiatan ini merujuk pada Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 9 Tahun 2025 tentang penguatan koperasi sebagai gerakan ekonomi rakyat.
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Malang Tito Febriyanto Hadi Prasetyo S.sos, MAP,
menyampaikan bahwa pelatihan ini akan memberikan pemahaman menyeluruh tentang prinsip dasar koperasi hingga praktik manajemen koperasi yang sehat.
“Peserta kami latih untuk menyusun rencana kerja tahunan, RAPB, dan business plan koperasi yang realistis dan berdampak sosial,” ujarnya dalam sambutan pembukaan, kamis (02/10/2025).
Selain teori, pelatihan juga mencakup praktik pengelolaan koperasi dan strategi pendampingan usaha anggota. Setiap peserta diwajibkan mengikuti uji kompetensi dari lembaga sertifikasi resmi yang diakui oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).
Hadir dalam acara tersebut anggota DPRD Kabupaten Malang, H. Kholik, M.AP, dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Ia menekankan pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan koperasi.
“Koperasi harus dikelola secara jujur dan terbuka, sesuai prinsip koperasi yang berlandaskan azas kekeluargaan dan nilai-nilai keadilan, kebersamaan, dan tanggung jawab,” kata Kholik.
“Kades Bantur Nanang Kosim dengan adanya Koperasi Merah Putih dan Bimtek menekankan pentingnya membangun masyarakat untuk peduli terhadap program pemerintah. Dengan semangat gotong royong dan kemandirian ekonomi Desa ,koperasi Desa membantu setiap calon koperasi untuk melewati proses birokrasi dengan mudah,koperasi yang berbadan hukum resmi,” pintanya.
Ia juga menyoroti pentingnya pengawasan dan profesionalisme pengurus agar koperasi tidak hanya menjadi tempat transaksi, tetapi juga sarana pemberdayaan ekonomi masyarakat desa.
Pemerintah pusat turut mendukung koperasi desa melalui akses permodalan dari Himpunan Bank Negara (Himbara). Skema ini memungkinkan koperasi memperoleh plafon kredit untuk memperkuat usaha penyediaan sembako, LPG, dan kebutuhan pokok lainnya secara lebih terjangkau.
Program Koperasi Merah Putih menekankan pentingnya sertifikasi nasional bagi pengurus dan pengawas koperasi, sebagai jaminan kompetensi yang diakui secara resmi. Sertifikasi ini diharapkan dapat meningkatkan profesionalisme dan daya saing koperasi desa di tengah tantangan ekonomi saat ini.
“Dengan SDM yang kompeten dan akses modal yang kuat, koperasi akan menjadi kekuatan ekonomi rakyat yang sesungguhnya,” ujar salah satu penyelenggara pelatihan.
“Pemkab Malang berharap program ini menjadi langkah strategis dalam menciptakan koperasi yang mandiri, sehat, dan mampu menopang pembangunan ekonomi lokal berbasis kerakyataan,”pungkasnya
Pewarta : eddy
