Pemdes Sumberejo Pagak Terima Bantuan Kelola Sampah: Saatnya Sampah Jadi Sumber Berkah

Malang Krisnanewstv.com – Sampah, seringkali dianggap sebagai masalah yang menggunung dan tak berujung. Namun, di balik anggapan itu, tersembunyi potensi besar yang bisa diubah menjadi sumber berkah bagi masyarakat. Pemerintah Desa (Pemdes) Sumberejo, Kecamatan Pagak, Kabupaten Malang, kini memiliki harapan baru untuk mewujudkan hal tersebut. Berkat bantuan dari National Institute of Health Research (NIHR) Universitas Brawijaya Malang, pengelolaan sampah di desa ini akan ditingkatkan, membuka jalan bagi lingkungan yang lebih bersih dan masyarakat yang lebih sejahtera.

Mengapa pengelolaan sampah itu penting? Jawabannya sederhana: untuk melindungi lingkungan dari pencemaran, menjaga kelestarian sumber daya alam, menciptakan lingkungan yang sehat, mengurangi dampak perubahan iklim, dan bahkan mengubah sampah menjadi sesuatu yang bernilai ekonomis.

Pada hari Senin, 15 September 2025, NIHR Universitas Brawijaya Malang menggelar acara sosialisasi tentang pengelolaan sampah yang baik di Kantor Desa Sumberejo. Program yang diberi nama AKSI (Akademi Kelola Sampah Indonesia) ini menghadirkan Ahmad Yani, seorang ahli dari NIHR Universitas Brawijaya Malang, sebagai narasumber. Beliau menyampaikan bahwa pengelolaan sampah yang buruk dapat menimbulkan masalah baru yang lebih besar.

Acara ini dihadiri oleh Kepala Desa Sumberejo, H. Amsori, beserta perangkat desa, tokoh masyarakat, dan tim sosialisasi yang dipimpin oleh Sekar. Ahmad Yani membuka diskusi dengan menjelaskan definisi sampah. “Sampah adalah segala sesuatu yang tersisa dari kegiatan kita sehari-hari atau dari proses alam, baik berupa benda padat maupun sisa makanan yang sudah tidak kita butuhkan atau manfaatkan,” jelasnya. Para peserta pun diajak untuk berbagi pemahaman mereka tentang sampah.

Diskusi berlanjut dengan mengidentifikasi berbagai sumber sampah, mulai dari rumah tangga, toko, sekolah, hingga tempat-tempat lainnya. Selain itu, dibahas pula berbagai cara pengelolaan sampah yang umum dilakukan, seperti pembakaran, pembuangan ke sungai, penjualan, dan pemilahan. Ahmad Yani menekankan pentingnya memahami jenis-jenis sampah, seperti sampah organik (sisa makanan) dan sampah non-organik (plastik), agar pengelolaan dapat dilakukan dengan lebih efektif.

Kepala Desa Sumberejo, H. Amsori, menyampaikan rasa terima kasih atas bantuan yang diberikan. “Kami sangat berterima kasih atas perhatian dan bantuan ini. Kami akan mengajak seluruh warga desa untuk bersama-sama mengelola sampah dengan sebaik-baiknya. Dengan kerja sama yang baik, kami yakin bisa mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman untuk kita semua,” ujarnya.

Sekar, salah satu pembicara dalam acara tersebut, menambahkan bahwa bantuan yang diberikan meliputi pembangunan bank sampah dan fasilitas pengelolaan sampah skala kecil yang dapat digunakan oleh sekitar 30 kepala keluarga. Program ini merupakan inisiatif dari NIHR Universitas Brawijaya yang bertujuan untuk memberdayakan masyarakat dalam pengelolaan sampah

Dengan adanya bantuan ini, Desa Sumberejo memiliki harapan baru untuk mengubah sampah menjadi sumber berkah. Mari kita dukung setiap langkah positif yang membawa perubahan bagi lingkungan dan masyarakat. Karena, dengan pengelolaan yang tepat, sampah bukan lagi masalah, melainkan potensi yang bisa kita manfaatkan untuk masa depan yang lebih baik

suryadi