Paduan Suara Fatayat NU Pukau Peserta Hari Santri Ke-4 di Lapangan Rejosari Bantur

Malang(Krisnanestv com),– Penampilan memukau disuguhkan oleh kelompok paduan suara Fatayat NU Kecamatan Bantur dalam peringatan Hari Santri Nasional ke-4 tingkat Kecamatan Bantur. Acara yang digelar di Lapangan Rejosari, Desa Rejosari, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang, Jawa Timur pada Kamis (22/10) ini menjadi lebih semarak berkat aksi panggung mereka yang dinamis.
Dengan mengenakan seragam khas yang anggun dan serasi, puluhan kader Fatayat NU tersebut tampil sangat atraktif dan penuh kreativitas saat membawakan lagu-lagu bertema Hari Santri serta lagu nasional. Harmonisasi vokal yang dipadukan dengan gerakan koreografi ringan namun kompak berhasil memukau ribuan pasang mata, sekaligus membakar semangat nasionalisme dan religiusitas para peserta upacara yang memadati lapangan.
Ketua MWC NU Kecamatan Bantur Nur Cholis ,M.Pd.I memberikan apresiasi yang sangat tinggi atas kontribusi dan kreativitas yang ditunjukkan oleh badan otonom NU tersebut.

“Kami sangat bangga dan mengapresiasi kreativitas sahabat-sahabat Fatayat NU Bantur hari ini. Penampilan mereka tidak hanya menghibur, tetapi juga menyalurkan energi positif dan semangat juang santri lewat seni suara yang dikemas modern. Ini membuktikan bahwa kader perempuan NU Bantur memiliki kreativitas luar biasa dalam syiar Islam dan nasionalisme,” ujarnya saat ditemui di lokasi acara.
Rasa bangga dan bahagia juga terpancar dari salah satu anggota paduan suara Fatayat NU Kecamatan Bantur yang ikut langsung menyumbangkan suara emasnya di atas panggung.
“Kami merasa sangat gembira, senang, sekaligus terharu bisa ikut serta memeriahkan momentum Hari Santri ke-4 ini. Persiapan yang kami lakukan selama beberapa minggu terakhir rasanya terbayar lunas ketika melihat seluruh jamaah dan santri ikut bernyanyi bersama dengan penuh semangat di Lapangan Rejosari ini,” ungkap salah satu kader Fatayat NU Bantur dengan wajah berseri-seri.
Penampilan atraktif dari paduan suara Fatayat NU ini sukses menjadi salah satu sorotan utama dalam rangkaian upacara Hari Santri Nasional 2026 di Kabupaten Malang, yang sekaligus menegaskan peran aktif kader perempuan dalam merawat tradisi dan menguatkan persatuan bangsa.(Suryadi)
