Memutar Roda Ekonomi Lewat Limbah
Donomulyo Kabupaten Malang, Krisnanewstv//
14 November 2023 – Mochamad Jaenuri, pemilik Pot Samroen Donomulyo, tak pernah lelah berinovasi dan memanfaatkan peluang bisnis yang mengubah limbah menjadi produk bernilai tinggi. Berawal dari memproduksi pot bunga dari limbah kulit kelapa yang diproses menjadi cocopeat dan cocoviber, Jaenuri berhasil mengembangkan usahanya dengan mengekspor produknya ke berbagai negara di Asia seperti Korea, Jepang, Malaysia, India, dan bahkan Jerman.
Kecintaan Jaenuri terhadap produk berbahan limbah, serta kepekaannya terhadap kesulitan yang dihadapi petani akibat mahalnya pupuk kimia, mendorongnya untuk menciptakan inovasi baru dalam bidang pertanian. Dari cocopeat yang awalnya hanya digunakan sebagai media tanam biasa, Jaenuri mengembangkan formula pupuk kompos dengan mencampurkan kotoran hewan, seperti kambing, ayam, blotong (limbah gula), tetes tebu, dan lainnya. Kemudian, campuran tersebut dimasukkan ke dalam karung bermerek dagang “Kompos Ra-NDobos” yang diproduksi oleh Samroen.
Melalui usaha pupuk kompos ini, Jaenuri ingin membantu para petani di Kabupaten Malang yang tercekik oleh harga pupuk kimia yang tinggi dan hasil panen yang kurang seimbang dengan biaya pupuk pabrikan. Penggunaan pupuk Kompos Ra-NDobos terbukti meningkatkan hasil panen hingga 75% bila dibandingkan dengan penggunaan pupuk kimia.
Dengan perbandingan penggunaan 30 kg Kompos Ra-NDobos + 5 kg NPK + 1 kg UREA, hasil panen petani setara dengan penggunaan 50 kg pupuk kimia. Hal ini menunjukkan bahwa pupuk kompos merupakan alternatif yang efektif dan efisien bagi petani di Kabupaten Malang.
Selain berdampak positif bagi hasil panen petani, usaha Mochamad Jaenuri juga banyak menyerap tenaga kerja dari sekitar rumahnya. Semangat kewirausahaan masyarakat setempat terbentuk, didorong oleh kepemimpinan Jaenuri yang rendah hati, senang membantu, dan terus berinovasi.
Berkat kesuksesan Pot Samroen dan Pabrik Kompos Ra-NDobos, Mochamad Jaenuri berharap untuk terus memberikan manfaat kepada masyarakat sekitarnya. Dia ingin setiap do’a rasa syukur yang diucapkan petani di setiap panen, nyata dapat menjadi bekal baginya untuk melangkah kembali kepada Sang Maha Pencipta.
Di tengah meningkatnya kesulitan yang dihadapi petani dan perubahan pola konsumsi masyarakat, inovasi dan usaha yang dijalankan oleh Mochamad Jaenuri menjadi contoh nyata dalam menghadapi tantangan tersebut. Pot Samroen dan Pabrik Kompos Ra-NDobos tidak hanya membantu petani dalam meningkatkan produktivitas dan efisiensi penggunaan pupuk, tetapi juga turut serta dalam menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat sekitar.
Mochamad Jaenuri, pemilik Pot Samroen dan Pabrik Kompos Ra-NDobos, telah membuktikan bahwa limbah dapat diolah menjadi produk bernilai tinggi yang memberikan manfaat baik bagi hasil panen petani maupun lapangan kerja di Kabupaten Malang. Kepekaannya terhadap kebutuhan masyarakat dan lingkungan, serta kegigihan dalam berinovasi, menjadikannya sosok yang patut dicontoh dalam menjalankan usaha berkelanjutan.
Melalui pengembangan bisnis yang ramah lingkungan dan bermanfaat bagi masyarakat, usaha Pot Samroen dan Pabrik Kompos Ra-NDobos turut membantu dalam pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Malang. Diharapkan, sinergi antara pemangku kepentingan dapat mendukung lebih banyak usaha serupa yang sejalan dengan pelestarian lingkungan dan keberlanjutan ekonomi.
Arik
