Kirab Budaya Nusantara Sumakul 2026 Berlangsung Meriah, Seni Tari dan Budaya Penuh Warna
MALANG, Krisnanewstv.com — Gelaran akbar Kirab Budaya Nusantara Sumbermanjing Kulon (Sumakul) 2026 berlangsung meriah dan sukses memukau ribuan pasang mata. Beragam seni tari, budaya, musik tradisional, hingga parade mobil hias tampil penuh warna dalam kegiatan yang digelar di kawasan Sumakul, Desa Sumbermanjing Kulon, Kecamatan Pagak, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Sabtu (5/9/2026).
Kegiatan yang digelar setiap dua tahun sekali tersebut dimulai sekitar pukul 10.00 WIB dengan titik pemberangkatan dari Kantor Dusun Kulon Kali. Sejak awal hingga rombongan kirab melintasi jalan utama desa, suasana berlangsung semarak dengan antusiasme masyarakat yang memadati sepanjang rute.
Kirab Budaya Nusantara Sumakul 2026 melibatkan sebanyak 18 peserta, terdiri atas satu tim dari Pemerintah Desa Sumbermanjing Kulon yang dipimpin Kepala Desa Karyuti bersama perangkat desa, tujuh peserta dari berbagai lembaga, serta 10 peserta dari kategori umum.
Beragam kreativitas ditampilkan dalam parade tersebut. Mulai dari mobil hias, seni tari kolosal, sendratari, hingga alunan musik tradisional berpadu menciptakan atmosfer festival budaya yang dinamis dan spektakuler.
Ketua Panitia Pelaksana, Sukadi, menyampaikan bahwa kemeriahan kegiatan tersebut tidak lepas dari dukungan dan kerja sama berbagai pihak.
“Kunci utama dari kesuksesan dan kemeriahan Karnaval Kirab Budaya Nusantara Sumbermanjing Kulon 2026 ini murni lahir dari kolaborasi yang luar biasa. Pemerintah daerah, pelaku seni, komunitas lokal, pihak swasta hingga masyarakat luas bahu-membahu sejak tahap persiapan hingga pelaksanaan,” ujar Sukadi, Sabtu (5/9/2026).
Menurutnya, semangat gotong royong menjadi kekuatan utama sehingga kegiatan budaya tersebut dapat terselenggara dengan baik dan mampu menjadi ruang bagi masyarakat untuk menampilkan kreativitas sekaligus menjaga tradisi.
Hal senada disampaikan Kepala Desa Sumbermanjing Kulon, Karyuti. Ia mengaku bangga desanya dapat menjadi pusat kegiatan budaya yang melibatkan berbagai elemen masyarakat.
“Kami sangat bangga Desa Sumbermanjing Kulon bisa menjadi pusat dari kolaborasi besar ini. Kemeriahan yang kita saksikan hari ini bukan hanya sekadar hiburan, tetapi merupakan bukti nyata partisipasi aktif seluruh warga desa, mulai dari generasi muda hingga para tetua adat dalam melestarikan jati diri bangsa,” ungkap Karyuti.
Dukungan dari pemerintah wilayah juga menjadi bagian penting dalam kelancaran kegiatan. Camat Pagak Drs. Sugeng Hari Susanta, M.M., memberikan apresiasi terhadap kekompakan panitia, pemerintah desa, serta masyarakat.
“Kami dari pihak kecamatan memberikan apresiasi tertinggi kepada seluruh pihak yang terlibat. Sinergi antara kepanitiaan, pemerintahan desa dan masyarakat terbukti mampu menciptakan kegiatan yang tidak hanya tertib dan aman, tetapi juga sangat meriah,” tutur Camat Pagak.
Sementara itu, Suryadi Eka Dharma, Kepala Perwakilan Wilayah (Kaperwil) Tabloid Pilarpost Jawa Timur, menilai Kirab Budaya Nusantara Sumakul 2026 berhasil menunjukkan bahwa seni dan budaya dapat menjadi ruang pemersatu masyarakat.
Menurutnya, penampilan sendratari dan tari kolosal menjadi salah satu daya tarik utama. Gerakan yang dinamis dan variatif, dipadukan dengan kostum penuh warna, membuat pertunjukan semakin menarik perhatian masyarakat.
“Kolaborasi lintas sektor dalam Kirab Budaya Nusantara Sumbermanjing Kulon 2026 ini menunjukkan bahwa budaya adalah instrumen terbaik untuk menyatukan masyarakat. Keterlibatan aktif dari tingkat desa, kecamatan hingga para pelaku seni membuktikan bahwa pelestarian tradisi saat ini sudah berbasis pada kesadaran kolektif, modern, inklusif dan penuh gotong royong,” jelas Suryadi.
Ia bahkan mengusulkan agar Pemerintah Desa Sumbermanjing Kulon beserta masyarakatnya mendapatkan sertifikat penghargaan sebagai salah satu desa kreatif dan inovatif, sebagai bentuk apresiasi atas keberhasilan mengemas kegiatan budaya secara kreatif dan melibatkan masyarakat secara luas.
Tak hanya menjadi ruang ekspresi seni dan budaya, kegiatan tersebut juga memberikan dampak terhadap perputaran ekonomi masyarakat. Sejumlah pelaku UMKM memanfaatkan momentum kegiatan dengan membuka stan di sekitar lokasi festival.

Kehadiran UMKM membuat suasana kirab semakin hidup. Masyarakat tidak hanya menikmati pertunjukan budaya, tetapi juga dapat membeli berbagai produk makanan, minuman, maupun produk lokal yang ditawarkan para pelaku usaha.
Kesuksesan kegiatan tersebut juga tidak lepas dari keterlibatan berbagai unsur pengamanan dan pendukung kegiatan, mulai dari kepolisian, Koramil, Dinas Perhubungan, Linmas, unsur kepemudaan, Pemerintah Desa, panitia pelaksana hingga para sponsor.
Kekompakan seluruh unsur tersebut membuat pelaksanaan Kirab Budaya Nusantara Sumakul 2026 berlangsung aman, tertib dan meriah.
Kirab budaya yang menjadi agenda dua tahunan ini diharapkan dapat terus dipertahankan dan dikembangkan sebagai salah satu ikon budaya Desa Sumbermanjing Kulon sekaligus menjadi ruang bagi generasi muda untuk mengenal, mencintai dan melestarikan kekayaan budaya Nusantara.
Dengan semangat gotong royong, kreativitas dan pelestarian budaya, Sumakul kembali menunjukkan bahwa sebuah desa mampu menghadirkan pertunjukan budaya yang meriah sekaligus memiliki nilai sosial, ekonomi dan kebersamaan yang kuat.
