Kapolres Kediri Kota Hadiri Doa Bersama Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, Perkuat Sinergi Dan Persatuan

Berita Krisnanewstv.com || KEDIRI KOTA – Memperkuat persatuan dan menjaga keharmonisan masyarakat menjadi pesan utama dalam kegiatan doa bersama memperingati dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Kegiatan yang dihadiri Kapolres Kediri Kota AKBP Kresno Wisnu Putranto, S.H., S.I.K., M.Si., tersebut berlangsung di Ruang Joyoboyo, Balai Kota Kediri, Selasa (20/10/2026).

Acara yang dimulai pukul 15.30 WIB hingga 17.00 WIB itu menjadi wadah untuk mempererat sinergi antara TNI-Polri, pemerintah daerah, tokoh agama, serta berbagai elemen masyarakat dalam menjaga keamanan, kerukunan, dan kondusivitas wilayah Kota Kediri.

Sejumlah pejabat dan tokoh turut hadir, di antaranya Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati, S.H., M.Kn., Wakil Wali Kota Kediri KH. Qowimuddin Thoha atau Gus Qowim, Penjabat Sekretaris Daerah Kota Kediri Ir. Endang Kartika Sari, S.T., M.M., serta Ketua PCNU Kota Kediri KH. Abu Bakar Abdul Jalil yang akrab disapa Gus Ab.

Kegiatan tersebut juga dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), perwakilan Kodim 0809/Kediri, jajaran Polres Kediri Kota, Brimob, Kejaksaan Negeri Kota Kediri, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), kepala organisasi perangkat daerah (OPD), serta sejumlah tokoh dan perwakilan masyarakat.

Rangkaian acara diawali dengan pembukaan, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, dan pemutaran video perjalanan dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran. Selanjutnya, kegiatan diisi sambutan Kapolres Kediri Kota dan Wali Kota Kediri, kemudian ditutup dengan doa bersama serta tausyiah yang disampaikan Ketua PCNU Kota Kediri KH. Abu Bakar Abdul Jalil.

Dalam sambutannya, Kapolres Kediri Kota AKBP Kresno Wisnu Putranto menyampaikan bahwa doa bersama tersebut menjadi momentum untuk memanjatkan harapan bagi bangsa sekaligus memperkuat semangat kebersamaan dalam menjaga persatuan dan kesatuan.

Ia menegaskan, keamanan dan ketertiban masyarakat tidak dapat diwujudkan hanya melalui peran kepolisian. Dukungan serta keterlibatan aktif masyarakat diperlukan agar situasi wilayah tetap aman dan kondusif.

“Polres Kediri Kota akan terus berkomitmen melaksanakan tugas pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat, penegakan hukum, serta pelayanan dan perlindungan kepada masyarakat secara profesional, humanis, dan berintegritas,” tegas AKBP Kresno Wisnu Putranto.

Kapolres juga mengajak unsur pimpinan daerah, TNI-Polri, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan seluruh komponen bangsa untuk terus memperkuat sinergi serta soliditas. Kolaborasi lintas sektor dinilai penting untuk menjaga stabilitas keamanan sekaligus menciptakan suasana kehidupan bermasyarakat yang harmonis.

Selain itu, ia menyampaikan apresiasi terhadap kerja sama yang selama ini terjalin antara pemerintah daerah, aparat keamanan, dan masyarakat. Peran tokoh agama, khususnya PCNU dan FKUB Kota Kediri, diharapkan terus diperkuat dalam merawat kerukunan antarumat beragama, menumbuhkan semangat persaudaraan, serta menyebarkan nilai-nilai perdamaian.

Sementara itu, Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati menilai perjalanan dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran merupakan bagian dari proses pembangunan bangsa yang membutuhkan dukungan dan kerja sama berkelanjutan dari seluruh pihak.

Ia mengajak masyarakat untuk mendukung pelaksanaan program pembangunan melalui semangat kebersamaan, menjaga kekompakan, serta memperkuat kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat, termasuk dalam mendukung cita-cita pembangunan yang tertuang dalam Asta Cita.

Menurut Vinanda, sikap saling menghormati dan toleransi perlu terus dijaga agar Kota Kediri tetap menjadi daerah yang aman, damai, dan nyaman bagi seluruh masyarakat.

Wali Kota juga mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap berbagai potensi gangguan keamanan dan ketertiban. Masyarakat diminta menggunakan media sosial secara bijak serta tidak mudah terpengaruh oleh berita bohong, ujaran kebencian, maupun provokasi yang dapat merusak persatuan.

Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa menjaga kondusivitas daerah tidak hanya bergantung pada kesiapan aparat, tetapi juga pada kedewasaan masyarakat dalam menyikapi perbedaan dan menerima informasi.

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan doa bersama dan tausyiah oleh KH. Abu Bakar Abdul Jalil. Melalui kegiatan tersebut, para peserta memanjatkan harapan agar Indonesia senantiasa diberikan keselamatan, kedamaian, persatuan, dan kesejahteraan. Doa juga ditujukan agar para pemimpin bangsa mendapatkan petunjuk serta kekuatan dalam menjalankan amanah.

Kehadiran Kapolres Kediri Kota dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya mempererat hubungan lintas sektor, khususnya antara kepolisian, pemerintah daerah, tokoh agama, dan masyarakat.

Melalui sinergi yang berkelanjutan, Kota Kediri diharapkan tetap menjadi wilayah yang aman, rukun, toleran, dan kondusif sehingga aktivitas masyarakat serta pelaksanaan program pembangunan dapat berjalan dengan baik.

Masyarakat diimbau untuk terus menjaga persatuan, menghormati perbedaan, dan memperkuat toleransi antarumat beragama. Warga juga diharapkan bijak menggunakan media sosial, memeriksa kebenaran informasi sebelum membagikannya, serta menghindari penyebaran hoaks, ujaran kebencian, dan provokasi.

Menjaga keamanan dan keharmonisan merupakan tanggung jawab bersama. Dengan komunikasi yang baik, kepedulian, dan semangat gotong royong, Kota Kediri diharapkan senantiasa aman, damai, dan kondusif.(hms)

Jurnalis: Mohamad Yunus