Job Fair Kediri 2026 Buka 1.920 Lowongan, Peluang Kerja ke Jepang Salah Satunya

Berita Krisnanewstv.com || KEDIRI – Pemerintah Kabupaten Kediri menggelar Job Fair 2026 di Convention Hall Simpang Lima Gumul (SLG) pada 6–7 Mei 2026 dengan menyediakan sebanyak 1.920 lowongan pekerjaan dari 42 perusahaan. Meski peluang kerja yang dibuka cukup besar, pemerintah daerah mengakui persoalan utama ketenagakerjaan masih berada pada ketidaksesuaian kompetensi lulusan dengan kebutuhan dunia industri.

Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Kediri, Ibnu Imad, mengatakan kegiatan Job Fair tahun ini dilaksanakan secara hybrid melalui aplikasi E-Kerjo. Dengan sistem tersebut, masyarakat dapat mengakses informasi lowongan kerja baik secara langsung di lokasi maupun secara daring.

Menurutnya, lowongan pekerjaan yang tersedia terbuka untuk berbagai jenjang pendidikan, mulai lulusan SD, SMP, SMA/SMK, diploma hingga sarjana.

“Tujuan utama kegiatan ini adalah mendekatkan informasi lowongan kerja kepada masyarakat sekaligus mempertemukan perusahaan dengan pencari kerja,” jelas Ibnu.

Di sisi lain, Asisten Administrasi Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Kediri menyampaikan bahwa job fair merupakan salah satu langkah untuk membantu menekan angka pengangguran, namun bukan satu-satunya solusi.

Ia menegaskan, penyelesaian persoalan ketenagakerjaan membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, mulai pemerintah, dunia usaha, lembaga pendidikan, masyarakat hingga media.

Menurutnya, keberhasilan pendidikan vokasi tidak cukup hanya diukur dari banyaknya lulusan yang bekerja, tetapi juga kesesuaian bidang pekerjaan dengan kompetensi yang dimiliki.

“Ketika lulusan teknik bekerja di bidang yang tidak relevan, itu menunjukkan masih adanya ketidaksinkronan antara dunia pendidikan dan kebutuhan industri,” ujarnya.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, Pemerintah Kabupaten Kediri mulai melakukan pemetaan kebutuhan tenaga kerja dari sektor industri dan perdagangan. Data tersebut nantinya akan dijadikan dasar sinkronisasi dengan sekolah menengah kejuruan maupun perguruan tinggi berbasis vokasi.

Selain mendorong penyerapan tenaga kerja, pemerintah daerah juga mulai mengarahkan kebijakan untuk menciptakan lebih banyak wirausaha baru yang mampu membuka lapangan pekerjaan.

Di sisi lain, perusahaan juga masih mengalami kendala dalam memperoleh tenaga kerja yang sesuai dengan kualifikasi yang dibutuhkan. Tingginya angka keluar-masuk pegawai dinilai menjadi salah satu indikator belum terpenuhinya kebutuhan talenta yang tepat.

Sementara itu, salah satu pencari kerja yang ditemui di lokasi, Lina Isnawati (24), warga Dusun Clelek, Desa Turus, Kecamatan Gampengrejo, mengaku hadir dalam kegiatan tersebut untuk mencari informasi terkait program kerja ke Jepang atau IM Jepang.

Alumni SMAN Papar tersebut mengaku tertarik bekerja di Jepang karena peluang penghasilan yang lebih baik serta kemudahan akses informasi kerja yang kini mulai difasilitasi pemerintah melalui kegiatan Disnaker.

Lina juga memiliki kemampuan bahasa Jepang setelah mengikuti pelatihan selama sekitar satu tahun melalui kerja sama kampus dengan salah satu LPK di Jombang. Ia bahkan telah lulus ujian Japanese Language Proficiency Test (JLPT) dan berencana melanjutkan proses persyaratan untuk bekerja di Jepang.

Pemerintah Kabupaten Kediri mengimbau masyarakat, khususnya generasi muda, untuk terus meningkatkan keterampilan dan kompetensi agar mampu bersaing di dunia kerja. Selain itu, sinergi antara dunia pendidikan dan industri diharapkan semakin kuat demi menciptakan sumber daya manusia yang siap menghadapi kebutuhan pasar kerja.

Jurnalis : Mohamad Yunus