Jembatan Kaliombo 1 Kediri Dijadwalkan Dibuka Sabtu Malam, Pelaksana Masih Tunggu “Komando”
KEDIRI KOTA krisnanewstv.com — Kabar baik bagi pengguna Jalan Urip Sumoharjo, Kota Kediri. Jembatan Kaliombo 1 dijadwalkan kembali dibuka untuk kendaraan pada Sabtu (22/8/2026) pukul 21.00 WIB.
Kepastian tersebut tercantum dalam surat Kementerian Pekerjaan Umum melalui Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Timur–Bali Nomor HM 0501/B/Bbpjn5.8.1/2026/1044 tertanggal 21 Agustus 2026.
Dalam surat itu disebutkan, setelah dibuka, Jembatan Kaliombo 1 dapat kembali dilalui kendaraan dengan arus dua arah dan diperuntukkan bagi seluruh kendaraan.
Namun, di balik kepastian jadwal tersebut, kondisi di lapangan pada Sabtu siang masih menunjukkan adanya satu hal yang ditunggu: instruksi resmi pembukaan akses.
Pimpinan pelaksana pekerjaan di lapangan, Sukisno, memastikan secara teknis kondisi jembatan sudah siap digunakan.
“Sudah siap dilewati dan sudah siap dibuka. Tinggal menunggu komando,” ujar Sukisno.
Menurutnya, pihak pelaksana tidak bisa begitu saja membuka akses hanya berdasarkan informasi yang beredar. Pembukaan harus dilakukan berdasarkan perintah resmi yang jelas, termasuk siapa pihak yang memiliki kewenangan untuk membuka akses.
“Saya sendiri tidak bisa membuka begitu saja. Harus jelas perintah tersebut diberikan kepada siapa dan siapa yang memiliki kewenangan untuk membuka,” katanya.
Sikap tersebut, lanjut Sukisno, merupakan bagian dari prosedur yang harus dipatuhi oleh pelaksana pekerjaan. Karena itu, informasi mengenai pembukaan harus diteruskan secara resmi kepada petugas yang bertanggung jawab langsung di lokasi.
“Kalau saya tidak menerima perintah yang ditujukan langsung kepada saya, meskipun ada informasi mengenai pembukaan, saya tidak bisa langsung mengambil tindakan,” jelasnya.
Kondisi tersebut juga menjadi perhatian pengguna jalan. Seorang warga bernama Andi yang melintas di sekitar lokasi bahkan sempat menanyakan langsung mengenai rencana pembukaan jembatan.
Andi mengaku sebelumnya mengira akses jembatan akan dibuka pada hari tersebut, namun belum mengetahui secara pasti kapan kendaraan mulai diperbolehkan melintas.
Situasi ini memperlihatkan bahwa selain kesiapan fisik jembatan, koordinasi dan penyampaian informasi kepada masyarakat juga menjadi bagian penting menjelang pembukaan akses.
Terlebih, selama pekerjaan penggantian Jembatan Kaliombo 1 berlangsung, pengguna jalan harus mengikuti pengalihan arus lalu lintas.
Sukisno mengatakan, apabila akses kembali dibuka, kesiapan rambu-rambu dan pengaturan lalu lintas juga harus dipastikan. Hal tersebut penting agar pengguna jalan tidak kebingungan ketika arus kendaraan kembali melewati jembatan.
“Secara teknis sudah siap, tetapi pembukaan tetap menunggu instruksi resmi dari pihak yang berwenang,” tegasnya.
Sementara terkait kemungkinan adanya kegiatan seremonial, Sukisno mengaku belum menerima informasi. Ia belum mengetahui apakah pembukaan nantinya dilakukan secara teknis atau disertai agenda tertentu.
Di sisi lain, meski jembatan secara teknis sudah siap digunakan, sejumlah pekerjaan di lokasi masih dalam tahap penyelesaian. Beberapa pekerjaan perapian atau finishing masih dilakukan, terutama pada bagian tepi atau batas jalan serta area di bawah jembatan.
Dengan adanya jadwal pembukaan yang tercantum dalam surat BBPJN Jawa Timur–Bali, masyarakat pengguna Jalan Urip Sumoharjo diharapkan tetap memperhatikan informasi resmi serta arahan petugas di lapangan.
Apabila akses benar-benar dibuka sesuai jadwal, pengguna jalan diminta tetap berhati-hati, mematuhi rambu lalu lintas, serta mengikuti arahan petugas demi menjaga kelancaran dan keselamatan bersama.
Jurnalis: Mohamad Yunus
