Jatim Perkuat Persaudaraan Ekonomi dengan Malaysia, Khofifah Dorong Perdagangan dan SDM Makin Berkembang
Semangat membangun kerja sama yang saling menguatkan kembali ditunjukkan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa saat melakukan pertemuan hangat dengan Raden Dato’ Muhammad Iman Hascarya Kusumo di Hotel Pavilion Kuala Lumpur, Malaysia, Rabu (29/4).
Pertemuan tersebut menjadi bagian penting dalam rangkaian misi dagang dan investasi Jawa Timur–Malaysia yang tidak hanya membahas soal perdagangan, tetapi juga mempererat hubungan persaudaraan, pendidikan, hingga perlindungan tenaga kerja Indonesia di luar negeri.
Dalam suasana penuh keakraban, Gubernur Khofifah menegaskan komitmen Jawa Timur untuk terus menjadi penggerak perdagangan nasional sekaligus membuka peluang ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat.
“Jawa Timur ingin hadir sebagai pusat perdagangan yang kuat dan memberi manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat,” ujar Khofifah.
Menurutnya, penguatan perdagangan selama ini dilakukan secara konsisten melalui misi dagang antar daerah, antar provinsi hingga luar negeri. Upaya tersebut menjadi jembatan bagi pelaku usaha agar semakin berkembang dan mampu menembus pasar internasional.
Kerja sama dengan Malaysia pun dinilai terus menunjukkan perkembangan positif. Berbagai forum business matching mempertemukan pelaku usaha kedua negara untuk membangun kolaborasi yang saling menguntungkan.
Tak hanya bicara angka perdagangan, Khofifah juga menyoroti pentingnya ketahanan pangan dan penguatan sumber daya manusia sebagai fondasi masa depan Jawa Timur.
Ia menyebut, Jawa Timur saat ini terus bergerak menuju kedaulatan pangan dengan kemampuan memenuhi kebutuhan beras, jagung, gula hingga protein hewani dari hasil produksi daerah sendiri.
“Ini bukan hanya tentang ekonomi, tetapi tentang bagaimana masyarakat bisa semakin mandiri dan sejahtera,” tuturnya.
Selain itu, kerja sama pendidikan dan pertukaran pelajar antara Indonesia dan Malaysia juga menjadi perhatian dalam pertemuan tersebut. Menurut Khofifah, generasi muda harus dipersiapkan menghadapi tantangan global melalui kolaborasi pendidikan dan inovasi.
Sementara itu, Duta Besar RI untuk Malaysia, Raden Dato’ Muhammad Iman Hascarya Kusumo mengapresiasi langkah strategis Jawa Timur yang dinilai memiliki potensi besar sebagai pusat industri dan perdagangan nasional.
Ia optimistis hubungan baik antara Jawa Timur dan Malaysia akan terus berkembang dan membawa manfaat ekonomi maupun sosial bagi masyarakat kedua negara.
“Kami melihat Jawa Timur sebagai mitra strategis dengan potensi luar biasa untuk terus tumbuh bersama,” ungkapnya.
Melalui misi dagang ini, Jawa Timur tidak hanya memperkuat ekonomi, tetapi juga menanamkan semangat kolaborasi, persaudaraan, dan kesejahteraan bersama di tingkat internasional.
