Jalur Nasional Trenggalek–Ponorogo di KM 16 Masih Ditutup Total Akibat Longsor

 

Berita Krisnanewstv.com

TRENGGALEK – Jalur nasional Trenggalek–Ponorogo tepatnya di KM 16 hingga kini masih ditutup total akibat longsor yang terjadi pada Selasa sore sekitar pukul 17.30 WIB. Material longsoran berupa tanah dan batu berukuran besar menutup seluruh badan jalan sehingga akses kendaraan belum dapat dilalui.

 

Kasat Lantas Polres Trenggalek AKP Sony Suhartanto menjelaskan bahwa kondisi di lokasi masih berbahaya untuk dilintasi. Batu berukuran besar masih menutup badan jalan, sementara struktur tanah di sekitar tebing belum sepenuhnya stabil.

 

Selain material longsor yang masih menumpuk di badan jalan, petugas juga menemukan adanya retakan pada bahu jalan di sisi selatan yang berpotensi memicu longsor susulan. Kondisi tersebut membuat proses pembersihan material harus dilakukan secara hati-hati.

 

Upaya pembukaan jalur membutuhkan alat pemecah batu untuk menghancurkan material besar yang menutup akses jalan. Namun penggunaan alat tersebut juga memiliki risiko karena getaran yang dihasilkan dapat memicu pergerakan tanah dari tebing di sekitar lokasi.

 

Tim gabungan dari berbagai instansi melakukan penanganan di lokasi dengan melakukan assessment menggunakan drone. Pemantauan dari udara dilakukan untuk melihat kondisi tebing secara menyeluruh dan memastikan tidak ada potensi longsor susulan sebelum proses pembersihan dimulai, Rabu, (04/03).

 

Satu unit alat berat juga telah disiagakan di lokasi untuk mempercepat proses evakuasi material apabila kondisi dinyatakan aman oleh tim teknis.

 

Petugas lalu lintas juga melakukan pengaturan arus kendaraan. Kendaraan berukuran besar diminta untuk melakukan putar balik, sementara kendaraan kecil diarahkan menggunakan jalur alternatif guna menghindari titik longsor.

 

Tim di lapangan terus bekerja melakukan pemantauan dan penanganan agar akses jalan nasional tersebut dapat segera dibuka kembali. Hingga saat ini, keselamatan petugas dan pengguna jalan menjadi prioritas utama dalam proses penanganan longsor.

 

Masyarakat diimbau untuk mengikuti informasi resmi terkait kondisi jalur serta meningkatkan kewaspadaan saat melintas di daerah rawan longsor, terutama pada musim hujan yang berpotensi memicu pergerakan tanah.(BPBD.trenggalek/yns)