Jalan Alternatif Dusun Balong Rusak Parah Akibat Perbaikan Jembatan Balong

Malang Krisnanewstv.com — Pekerjaan rumah (PR) Pemerintah Kabupaten Malang melalui Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga (DPUBM) semakin bertambah. Pasalnya, jalan alternatif di Dusun Balong, Desa Rejoyoso, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang, yang merupakan jalan kabupaten, kini mengalami kerusakan parah akibat dilalui kendaraan besar selama proses perbaikan Jembatan Balong — penghubung antara Desa Rejoyoso dan Desa Sumberejo.
Kerusakan jalan tersebut menjadi keluhan masyarakat setempat. Salah satu warga, Nasir, sopir truk asal Pagak, menyampaikan keresahannya pada Selasa (21/10/2025) pukul 15.00 WIB.
“Masak kami harus lewat jalan rusak seperti itu? Bisa bahaya buat kami sopir truk yang setiap hari angkut barang. Kalau tidak salah, dulu sempat diaspal sekitar 260 meter, tapi kok tidak diteruskan,” ujarnya.
Menanggapi hal tersebut, perangkat Desa Rejoyoso, M. Lestari atau akrab disapa Timbul, membenarkan bahwa jalan yang dimaksud merupakan kewenangan Kabupaten Malang.
“Benar itu jalan kabupaten, bukan jalan desa. Kami sudah beberapa kali mengusulkan perbaikan ke DPUBM Kabupaten Malang dan juga melalui jalur Pokir (aspirasi) anggota DPRD Kabupaten Malang,” jelasnya.
Ia menambahkan, sebagian jalan yang sebelumnya dihotmix sepanjang 260 meter merupakan bantuan Pokir dari Abdul Ghofur, anggota DPRD Kabupaten Malang dari Fraksi NasDem, sekitar dua bulan lalu. Namun, untuk ruas lain yang kini rusak parah, pihak desa masih menunggu realisasi perbaikan dari pemerintah kabupaten.
“Warga sering mengeluh karena jalan yang dulu bagus sekarang rusak. Kami sudah berusaha, bahkan sebagian jalan kami uruk pakai dana swadaya (Soko Dayo) masyarakat. Semoga usulan ke DPUBM dan lewat jalur dewan segera terealisasi,” tambahnya.

Berdasarkan penelusuran tim Krisnanewstv.com, jalan alternatif Dusun Balong sebelumnya bukan termasuk jalan kabupaten, namun telah naik status menjadi jalan kabupaten dalam beberapa tahun terakhir. Kerusakan makin parah sejak jalur ini digunakan sebagai alternatif kendaraan berat akibat perbaikan jembatan utama.
Menurut keterangan warga dan perangkat desa, jika dilakukan perbaikan dan pelebaran secara menyeluruh, biaya yang dibutuhkan diperkirakan mencapai Rp1,5 miliar. Hingga berita ini diterbitkan, konfirmasi resmi dari DPUBM Kabupaten Malang masih ditunggu.
(Suryadi/Krisnanewstv.com)
