Isu Kenaikan BBM Picu Panic Buying, Antrean Panjang Terjadi di Sejumlah SPBU Bondowoso

 

Bondowoso – Krisnanewstv.com

Isu kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang beredar di tengah masyarakat memicu fenomena antrean panjang di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kabupaten Bondowoso, Sabtu (7/3/2026).

Pantauan awak media sejak pukul 06.15 WIB menunjukkan antrean kendaraan roda dua maupun roda empat mengular di SPBU Tamansari. Meski antrean cukup panjang hingga mendekati badan jalan, situasi tetap berjalan tertib dan tidak menimbulkan insiden.

Kondisi serupa juga terlihat di SPBU Tenggarang, kawasan yang dikenal sebagai daerah Kampung Arab Bondowoso. Sekitar pukul 07.00 WIB, antrean kendaraan terlihat cukup padat, meski tidak sepanjang yang terjadi di SPBU Tamansari.

Sementara itu, dari hasil pantauan di wilayah Pujer, sejumlah POM Mini juga mengalami peningkatan pembeli. Namun antrean di lokasi tersebut tidak terlalu panjang, hanya berkisar empat hingga lima kendaraan.

Salah satu warga Bondowoso, Rohman, menyebut antrean terjadi karena masyarakat termakan isu terkait distribusi BBM yang dikaitkan dengan situasi konflik di Timur Tengah.

“Katanya BBM tidak boleh lewat karena situasi di Timur Tengah, jadi masyarakat banyak yang khawatir,” ujarnya.

Menanggapi kondisi tersebut, Bupati Bondowoso, Dr. KH. Abd Hamid Wahid, M.Ag, telah mengimbau masyarakat agar tidak panik. Ia menegaskan bahwa stok cadangan BBM di wilayah Bondowoso masih dalam kondisi aman dan mencukupi kebutuhan masyarakat.

Namun demikian, beredarnya informasi mengenai potensi penyesuaian harga BBM akibat gejolak konflik di kawasan Timur Tengah, khususnya ketegangan antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat, memicu kekhawatiran di kalangan masyarakat.

Akibatnya, sebagian warga memilih mengisi bahan bakar dalam jumlah besar, bahkan menggunakan jeriken sebagai cadangan. Fenomena ini memicu panic buying, yang kemudian menyebabkan antrean kendaraan mengular di sejumlah SPBU.

Di tengah situasi tersebut, respons masyarakat terlihat beragam. Sebagian warga memilih langsung membeli BBM dalam jumlah banyak karena khawatir harga akan melonjak atau stok menjadi langka. Sementara sebagian lainnya tetap mengantre untuk mendapatkan BBM subsidi sebelum isu kenaikan harga benar-benar terjadi.

Pemerintah daerah kembali mengingatkan masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpancing isu yang belum tentu benar, serta menggunakan BBM secara bijak agar distribusi energi tetap stabil dan merata bagi seluruh masyarakat.

(Suryad i)