HUT TNI ke-80 di Kediri: Wujud Sinergi Rakyat dan Tentara untuk Indonesia yang Maju
Berita Krisnanewstv.com

KEDIRI — Suasana khidmat dan penuh semangat mewarnai peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Tentara Nasional Indonesia (TNI) di Lapangan Makodim 0809/Kediri, Minggu (5/10/2025) pagi.
Ratusan peserta dari unsur TNI, Forkopimda, ormas, dan masyarakat hadir menyatu dalam upacara yang menjadi simbol kokohnya kemanunggalan TNI bersama rakyat.
Upacara dipimpin oleh Kolonel Inf Taufik Ismail, S.Sos., M.I.Pol., Danbrigif 16/WY, yang bertindak sebagai Inspektur Upacara. Sementara Kapten Inf Sumardi dipercaya sebagai Perwira Upacara dan Kapten Inf Sulistiyono bertugas sebagai Komandan Upacara.
Turut hadir sejumlah pejabat daerah, antara lain Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati, S.H., M.Kn., Kapolres Kediri Kota AKBP Bramastiyo Priaji, S.I.K., M.Si., Kapolres Kediri AKBP Anggi Saputra Ibrahim, S.I.K., M.H., Wakil Wali Kota Qowimuddin Thoha, M.Pd.I., serta Wakil Bupati Kediri Dewi Mariya Ulfa.
Selain jajaran Forkopimda, tampak pula perwakilan dari berbagai organisasi masyarakat seperti FKPPI, Pemuda Pancasila, Korpri, PPM, dan Pramuka.

Dalam momentum bersejarah tersebut, tiga prajurit terbaik menerima Tanda Kehormatan Republik Indonesia sebagai bentuk apresiasi atas pengabdian dan dedikasi mereka kepada bangsa:
- Pelda Dariyanto (Kodim 0809/Kediri)
- Serda Purwantoro (Brigif 16/WY)
- Praka Isran Sabrin (Yonif 521/DY)
Amanat Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, S.E., M.Si., yang dibacakan oleh Irup, menekankan pentingnya menjaga semangat kemanunggalan antara TNI dan rakyat.
Tema peringatan kali ini, “TNI Prima – TNI Rakyat – Indonesia Maju,” menggambarkan tekad TNI untuk terus menjadi institusi yang profesional, tanggap, modern, dan berintegritas.
“TNI lahir dari rakyat, tumbuh bersama rakyat, dan berjuang demi rakyat. Maka, soliditas dan kepercayaan publik adalah modal utama dalam menjaga keutuhan NKRI,” pesan Panglima TNI.

Selain itu, seluruh prajurit juga diingatkan agar bijak menggunakan media sosial, menghindari tindakan yang berpotensi merugikan masyarakat, dan menegakkan nilai-nilai Sapta Marga dalam setiap pengabdian.
Upacara ditutup dengan doa bersama dan sesi foto antara Forkopimda Kota serta Kabupaten Kediri sebagai simbol kuatnya kolaborasi lintas lembaga untuk menjaga keamanan dan kedamaian bangsa.(yns)
