Gus Thoriq Inisiator Hari Santri Nasional Caleg DPR-RI Partai Demokrat
Malang, KH.Thoriq Bin Zayid politikus kawakan dari Partai Demokrat dan calon anggota DPR-RI dari Partai Demokrat Dapil Malang Raya V yaitu Kabupaten Malang, Kota Malang ,Kota Batu dengan nomor urut 4 serta Pengasuh Pondok Pesantren Babussalam Jalan K.H Hasyim Asyari Desa Banjarejo Kecamatan Pagelaran Kabupaten Malang Jawa Timur pada hari Selasa(30/01) kedatangan H. Ganjar Pranowo S.H,M.I.P .

Menurut K.H.Thoriq Bin Zayid yang dikenal sebagai Inisiator Hari Santri Nasional sehingga mengharumkan Malang Raya menjelaskan bahwa terkait kedatangan Ganjar dalam rangka silaturrahmi dan rembuk kebangsaan dengan tema Pendidikan berkualitas dan merata.
Lebih lanjut menyampaikan ,”kita diskusi dengan Calon Presiden RI Nomor urut 03 yang di dampingi para tokoh tokoh nasional dan tokoh tokoh daerah tiada terasa sekitar 2 jam lebih berdiskusi terkait tentang nasib bangsa ini jelasnya
Pada hari Selasa(06/02) Gus Thoriq saat ditanya kedatangan Ganjar Pranowo di Pondok Pesantren Babussalam dan bagaimana sikap Partai Demokrat (seperti di ketahui mengusung Prabowo Subianto sebagai Presiden RI) dengan tegas bertutur selama ini tidak ada teguran dari Partai Demokrat karena Partai Kami bijak .
“Jadi politik seharusnya menginspirasi dan saat ini untuk menginspirasi para pemuda masa depan artinya politik itu tidak harus mahal permodalan tetapi kepedulian berfikir bagaimana caranya membuat bangsa dan negara ini menjadi ideal menjadi baik dan diridhoi .”

“Apapun semua di ridhoi oleh Tuhan semua itu akan dipermudah seumpama ada caleg tanpa modalpun insya Allah akan jadi dan ada calon kepala desa karena peduli dengan desanya terus berfikir bagaimana desanya menjadi banyak taibah dan tarbiyah dan nanti akan muncul ilmu ilmu baru tentang politik utamanya tentang sosial dan mengenai Indonesia yang ini terjadi ini sungguh luar biasa dan saya menganggap gerbang awal untuk beradaban baru mudah mudahan ke depannya Indonesia tetap menjadi kesatuan Republik Indonesia berasaskan Pancasila dan UUD 1945 semangat kebersamaan dan kerukunan,” pungkas Gus Thoriq
Dharma
