Gebrakan 100 Hari Kerja: Pemkot Kediri Luncurkan Layanan 112, Mobmas, dan ATM Beras MAPAN

Berita Krisnanewstv.com || KEDIRI – Pemerintah Kota Kediri resmi meluncurkan sejumlah program prorakyat dalam rangka 100 Hari Kerja Wali Kota Vinanda Prameswati dan Wakil Wali Kota Gus Qowim untuk periode 2025–2030. Soft launching digelar meriah pada Selasa (27/5/2025), di pelataran Balai Kota Kediri, dan dihadiri oleh jajaran pejabat pemkot, Kapolres Kota Kediri, para lurah se-Kota Kediri, LPMK, serta perwakilan RW dan RT dari seluruh kelurahan.

Tiga program unggulan yang diperkenalkan dalam kesempatan tersebut meliputi:

  1. Layanan Panggilan Darurat “Lapor Mbak Wali 112”
  2. Penyerahan Mobil Operasional Kelurahan (Mobmas)
  3. Peresmian Program ATM Beras MAPAN

Peluncuran dimulai dengan Apel Siaga 112 yang dipimpin langsung oleh Wali Kota Vinanda. Ia menegaskan pentingnya keberadaan Command Center 112 sebagai bentuk keseriusan pemerintah dalam memberikan pelayanan publik yang cepat, responsif, dan terintegrasi.

“Command Center 112 ini adalah bentuk komitmen kami. Satu laporan bisa menyelamatkan banyak orang. Saya tekankan, layani dengan hati, jangan tunggu viral. Tetap jaga sinergitas,” ujar Vinanda.

Layanan darurat 112 yang aktif 24 jam ini dapat diakses secara gratis bahkan saat ponsel dalam kondisi terkunci. Tak hanya via telepon, kanal pengaduan juga dibuka melalui media sosial resmi Pemkot Kediri, seperti Instagram dan Facebook.

Penyerahan 12 unit Mobil Masyarakat (Mobmas) dilakukan secara simbolis kepada perwakilan kelurahan dari tiga kecamatan: Bawang, Ngronggo, dan Mojoroto. Kendaraan ini akan digunakan untuk memperkuat mobilitas pelayanan publik, mulai distribusi bansos hingga respons cepat di lapangan.

“Dengan hadirnya mobil ini, kami ingin seluruh kelurahan mampu bergerak cepat dalam menjawab kebutuhan warganya,” kata Vinanda.

Sebagai penutup, diluncurkan pula Program ATM Beras MAPAN (Masyarakat Kediri yang Terjamin Pangan). Inovasi bantuan sosial berbasis teknologi ini memungkinkan warga kurang mampu mendapatkan beras sebanyak 5 liter hanya dengan menempelkan kartu ATM khusus ke mesin.

“ATM Beras ini kami harapkan memberi manfaat luas, memudahkan akses pangan, dan menjadi sumber keberkahan bagi warga yang membutuhkan,” ujar Vinanda saat menyerahkan secara langsung bantuan kepada penerima manfaat.

Program ini juga menandai digitalisasi layanan sosial yang transparan, mudah diakses, dan terintegrasi dengan data Dinas Sosial. Sebanyak 80 paket bantuan sosial turut diserahkan dalam seremoni penutup yang digelar di Rumah Dinas Wali Kota, ditandai dengan pemotongan pita oleh Vinanda dan Gus Qowim.

Dengan peluncuran tiga program ini, Pemerintah Kota Kediri menunjukkan komitmen kuat dalam menghadirkan layanan publik yang humanis, cepat, dan berpihak pada masyarakat.(yns)