ENAM PUSKESMAS DI KABUPATEN KEDIRI DI PROYEKSI UNTUK MEMBUKA LAYANAN POLI SORE
krisnanewstv.com KEDIRI -Enam puskesmas di Kabupaten Kediri diproyeksikan untuk membuka pelayanan poli sore hari.
Hal ini menyusul banyaknya aduan masyarakat terkait akses fasilitas kesehatan saat sore hari. Sebab biasanya puskesmas hanya buka pagi hingga siang hari saja.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri, Ahmad Khatib menuturkan, layanan poli sore tersebut akan diuji coba terlebih dahulu.
Menurutnya, puskesmas yang akan dibuka poli sore itu terutama yang telah membuka layanan rawat inap dan puskesmas yang ada di dekat bandara. Yakni Puskesmas Tarokan, Grogol, Mojo, Ngadiluwih, Kandangan, dan Wates.
Ahmad Khatib mengatakan, jumlah puskesmas di seluruh Kabupaten Kediri ini ada 37 unit. Sementara di 2023 ini pihaknya menargetkan menyelesaikan akreditasi 33 puskesmas supaya memenuhi standar dan harapan masyarakat.
Sementara itu Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana meminta Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri untuk mengawasi kinerja puskesmas yang ada di wilayahnya.
Permintaan bupati yang akrab disapa Mas Dhito itu menyusul banyaknya laporan mengenai pelayanan yang ada di puskemas baik melalui aplikasi Halo Mas Bup maupun sosial media.
Mas Dhito menyatakan, sedianya Dinkes melakukan survey terkait pelayanan kesehatan masyarakat di 37 puskesmas yang tersebar di Kabupaten Kediri.
“Fungsi pelayanan tolong betul-betul diawasi,” ujarnya.
Berdasarkan pertemuan itu, diketahui sebanyak 10 puskesmas saat ini sedang dilakukan rehabilitasi. Pasalnya, kondisi bangunan sudah masuk kategori tak layak.
Rehabilitasi puskesmas itu sebagai upaya menjaga kualitas prasarana fasilitas kesehatan tingkat pertama.
Mas Dhito menekankan, selain fasilitas yang memadai itu, tak kalah penting pelayanan yang ramah harus diperhatikan petugas karena menjadi faktor yang mempengaruhi masyarakat datang ke puskesmas.
Untuk itu, Mas Dhito meminta Dinkes supaya membuat semacam rapor tiap puskesmas. Hal ini ditujukan untuk melakukan evaluasi kinerja petugas di puskesmas.
“Dinkes (harus) membuat laporan capaian terkait program di puskesmas untuk memastikan kinerja,” tegasnya.
Mas Dhito berharap selain pengawasan, Puskesmas didorong terus melakukan pengembangan program pelayanan.
Demikian liputan hariyadi krisnanewstv kediri
